Pihak klub kemudian mengeluarkan pernyataan resmi yang menegaskan bahwa proses disipliner akan dilakukan terhadap Valverde dan Tchouameni.
“Real Madrid CF mengumumkan bahwa, menyusul insiden yang terjadi pagi ini selama sesi latihan tim utama, klub telah memutuskan untuk mengambil tindakan disiplin terhadap Federico Valverde dan Aurélien Tchouaméni,” demikian isi pernyataan resmi klub.
Madrid juga memberikan kabar terbaru terkait kondisi Valverde. Hasil pemeriksaan medis menyebut sang pemain mengalami trauma kranioensefalik atau cedera benturan di kepala.
Baca Juga:Cassano Sarankan Gasperini Pindah ke AC Milan: Bertahun-tahun Roma Tak Pernah Melampaui Posisi KelimaLa Gazzetta Sarankan Juventus Barter Pemain dengan AS Roma: Ndicka Tukar dengan Koopmeiners
“Valverde berada di rumah dalam kondisi baik dan harus menjalani istirahat selama 10 hingga 14 hari sesuai protokol medis,” tulis klub.
Di tengah kekacauan tersebut, sikap Kylian Mbappé justru menjadi sorotan publik Spanyol.
Kamera El Chiringuito menangkap penyerang Prancis itu tertawa saat meninggalkan pusat latihan dengan mobilnya.
Reaksi itu langsung memancing banyak spekulasi di media sosial dan semakin memperkeruh suasana internal Madrid.
Belakangan, Valverde akhirnya buka suara melalui media sosial. Dalam pernyataannya, ia membantah adanya aksi pemukulan antara dirinya dan Tchouameni.
“Saya mengalami kecelakaan dengan rekan setim saat latihan. Frustrasi dan tekanan musim ini membuat semuanya tampak berlebihan,” tulis Valverde.
Ia menegaskan bahwa dirinya terluka akibat membentur meja saat keributan berlangsung, bukan karena dipukul Tchouameni.
Baca Juga:Kroos Tuding Mbappe Ganggu Keseimbangan Real Madrid: Dia Tak Cocok Bermain Sebagai Nomor 9Media Italia: Tekad Inter Datangkan Nico Paz Bukan Impian Kosong di Siang Bolong
“Sama sekali tidak ada momen di mana dia memukul saya, dan saya juga tidak memukulnya,” lanjut pemain timnas Uruguay tersebut.
Valverde juga mengakui bahwa kegagalan Madrid musim ini membuat emosinya sulit dikendalikan.
Tersingkir dari Liga Champions dan tekanan besar untuk selalu menang disebut menjadi sumber frustrasi di dalam skuad.
“Saya marah karena kami menyia-nyiakan satu musim lagi. Saya kecewa dan rasa frustrasi itu akhirnya meledak,” katanya.
Ia kemudian meminta maaf kepada klub, rekan-rekan setim, dan para pendukung Madrid atas insiden yang dinilai telah mencoreng citra klub.
“Real Madrid adalah salah satu hal terpenting dalam hidup saya. Saya sedih karena situasi ini memperburuk keadaan dan membuat saya tidak bisa membantu tim di pertandingan berikutnya,” ujar Valverde.
