RADARTASIK.ID – Mantan penyerang AS Roma, Antonio Cassano, kembali melontarkan komentar pedas terkait situasi internal klub ibu kota Italia tersebut.
Dengan gaya khasnya yang blak-blakan, Cassano bahkan menyarankan pelatih Gian Piero Gasperini meninggalkan Roma dan mempertimbangkan pindah ke AC Milan.
Pernyataan itu disampaikan Cassano dalam program Viva Futbol dan langsung memancing perhatian publik sepak bola Italia.
Baca Juga:Media Italia: Tekad Inter Datangkan Nico Paz Bukan Impian Kosong di Siang BolongAmbrosini Jagokan PSG di Final Liga Champions: Enrique Punya Sistem Pertahanan Agresif Seperti Gasperini
Menurut mantan striker timnas Italia tersebut, Gasperini layak mendapatkan proyek yang lebih stabil dibanding situasi rumit yang sedang terjadi di Roma.
Komentar Cassano muncul s setelah muncul kabar retaknya hubungan antara Gasperini dan penasihat senior klub, Claudio Ranieri.
Konflik internal itu bahkan disebut berujung pada tersingkirnya Ranieri dari struktur klub setelah terjadi perbedaan pandangan dengan Gasperini.
Cassano menilai situasi tersebut bisa menjadi bom waktu bagi Roma musim depan.
“Ranieri mengatakan banyak omong kosong. Saya mengenal atmosfer Roma, dan jika musim depan hasilnya buruk, semua orang akan menyalahkan Gasperini. Lalu orang-orang akan kembali mengatakan bahwa Ranieri benar,” ujar Cassano seperti dikutip dari TuttoJuve.
Mantan pemain yang dikenal dengan julukan Fantantonio itu kemudian memberikan saran mengejutkan kepada Gasperini.
“Saya menyarankan Gasperini pergi saja. Kalau dia tersedia di pasar, dia bisa melatih Milan. Dia melakukan pekerjaan luar biasa selama delapan bulan dengan skuad Roma yang sebenarnya tidak terlalu kuat,” lanjutnya.
Baca Juga:Neymar Minta Maaf Gampar Anak Robinho: Saya Kehilangan KendaliPini Zahavi Diam-Diam Tawarkan Paket Alaba dan Lewandowski ke AC Milan dan Juventus
Komentar Cassano bukan tanpa alasan. Sejak ditunjuk menangani Roma pada Juni 2025, Gasperini memang membawa perubahan besar dalam permainan Giallorossi.
Pelatih berusia 68 tahun itu langsung menerapkan filosofi khasnya: sepak bola ofensif dengan intensitas tinggi, pressing agresif, dan disiplin fisik yang ketat.
Roma pun menunjukkan performa kompetitif sepanjang musim meski sempat mengalami pasang surut.
Hingga pekan ke-35 Serie A, Roma berada di posisi kelima klasemen dengan koleksi 64 poin dari 35 pertandingan. Mereka mencatat 20 kemenangan, empat hasil imbang, dan 11 kekalahan.
Roma bahkan hanya terpaut satu poin dari Juventus yang berada di zona Liga Champions. Artinya, peluang lolos ke kompetisi elite Eropa musim depan masih terbuka lebar.
