TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID — Komisi III DPRD Kabupaten Tasikmalaya melakukan monitoring dan evaluasi (monev) terhadap pembangunan bronjong yang bersumber dari Biaya Tak Terduga (BTT) di dua lokasi terdampak bencana, yakni di Desa Sukaherang Kecamatan Singaparna dan Desa Jayaratu Kecamatan Sariwangi, Jumat (8/5/2026).
Monev dilakukan untuk memastikan pekerjaan berjalan sesuai spesifikasi teknis, tepat sasaran, serta memiliki kualitas yang kuat dan tahan lama sebagai penahan jalan maupun tebing agar tidak kembali rusak.
Wakil Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Tasikmalaya, Fikri Ansori, menjelaskan pembangunan bronjong di Kampung Cimerah Kecamatan Singaparna menelan anggaran sebesar Rp 2,5 miliar. Sedangkan pembangunan bronjong di Desa Jayaratu Kecamatan Sariwangi memiliki pagu anggaran Rp 2,3 miliar.
Baca Juga:GTRA Plus Siap Bongkar Permasalahan Tanah di Kabupaten Tasikmalaya, Ini Kata Agustiana!!Kisruh di Desa Cayur Cikatomas Tasikmalaya, Agustiana: Lebih Baik SPP yang Disalahkan Ketimbang Ulama
Dari hasil peninjauan di lapangan, Komisi III menemukan sejumlah catatan terkait pelaksanaan teknis pekerjaan.
“Misalnya kita temukan banyak yang bukan batu pecah dan berdiameter 200 mili meter (mm). Serta di temukan juga kurang padatnya isi dari bronjong itu alias masih banyak bolong-bolong,” ungkap Fikri.
Atas temuan tersebut, Komisi III meminta Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya melalui BPBD dan Inspektorat melakukan pengawasan ketat sejak awal pekerjaan hingga selesai.
“Sehingga anggaran yang fantastis itu bisa digunakan secara maksimal dan hasil pekerjaannya bagus,” kata dia.
Fikri menilai pengawasan sejak awal sangat penting karena mekanisme BTT memiliki karakter berbeda dibanding proyek reguler. Menurut dia, proses kontrak dilakukan lebih dulu sebelum review Inspektorat dan pembayaran kepada pihak ketiga.
“Maka kalau tidak diawasi dari awal kita bingung bagaimana cara Inspektorat mereview atau mengauditnya?. Wong yang di bawah sudah ketutup sama yang di atas,” paparnya.
Ia menjelaskan, kondisi tersebut menyulitkan pemeriksaan terhadap bagian dasar bronjong, termasuk pengecekan kualitas kawat, lilitan, hingga ketebalan kawat apakah sudah sesuai petunjuk teknis atau belum.
Baca Juga:Tingkatkan Kapasitas Instruktur Senam, Bidang Olahraga Disparpora Kabupaten Tasikmalaya Gelar PelatihanSerap Aspirasi Warga Tasikmalaya, Anggota DPRD Jabar Budi Mahmud Saputra Siap Kawal Pembangunan Desa
“Kalau tidak diawasi dari awal kemungkinan besar bakal sulit bisa meng audit secara profesional. Tapi itu menurut saya,” ujarnya.
Selain itu, Komisi III juga menemukan indikasi kejanggalan pada bagian permukaan atas bronjong saat melakukan peninjauan lapangan.
