TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID — Inovasi pertanian modern dikembangkan siswa SMK PK Nurussalam di Kecamatan Salopa, Kabupaten Tasikmalaya. Melalui program budidaya melon jenis Melon The Blues, para siswa berhasil menghadirkan komoditas pertanian bernilai ekonomi sekaligus menjadi sarana pembelajaran praktik kewirausahaan di sekolah.
Kepala SMK PK Nurussalam Dedi ZM mengatakan, program tersebut diawali dengan penanaman 300 bibit melon yang dikelola mandiri oleh siswa, khususnya dari Jurusan Agribisnis Tanaman dan Pertanian Hortikultura (ATPH).
Menurut dia, masa tanam melon berlangsung sekitar 75 hari dengan hasil panen yang dinilai cukup menjanjikan.
Baca Juga:GTRA Plus Siap Bongkar Permasalahan Tanah di Kabupaten Tasikmalaya, Ini Kata Agustiana!!Kisruh di Desa Cayur Cikatomas Tasikmalaya, Agustiana: Lebih Baik SPP yang Disalahkan Ketimbang Ulama
“Untuk panen perdana dijadwalkan hari minggu, tanggal 3 Mei 2026. Buah segar ini dipasarkan dengan harga promo, 25.000 per kilogram,” ungkap Dedi.
Ia menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan panen kedua yang dilakukan sekolah. Dalam pelaksanaannya, pihak sekolah juga akan mengundang unsur muspika serta Kepala KCD Wilayah 12 Tasikmalaya.
Keberhasilan budidaya melon di SMK PK Nurussalam, lanjut dia, merupakan pengembangan dari program pemberdayaan masyarakat di sektor pertanian yang sebelumnya fokus pada komoditas cabai dan tomat.
Memasuki tahun 2025, program itu berkembang dengan menghadirkan budidaya melon jenis Crush dan Blue yang dinilai memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.
“Perjalanan merintis budidaya MelOn ini penuh tantangan. Sejak awal kami memulai dengan penuh keterbatasan,” kata dia.
Ia mengakui, berbagai kendala dihadapi sejak tahap awal, mulai dari mempelajari teknik tanam, menyesuaikan kondisi tanah hingga proses perawatan tanaman. Namun, berkat semangat siswa dan dukungan program binaan, budidaya melon tersebut mulai menunjukkan hasil.
“Program ini tidak hanya bertujuan meningkatkan pengetahuan para siswa dalam sistem bercocok tanam, tetapi juga ingin mengajarkan secara langsung pada teknik marketing penjualan hasil tanaman, terutama jenis sayur mayur,” paparnya.
Baca Juga:Tingkatkan Kapasitas Instruktur Senam, Bidang Olahraga Disparpora Kabupaten Tasikmalaya Gelar PelatihanSerap Aspirasi Warga Tasikmalaya, Anggota DPRD Jabar Budi Mahmud Saputra Siap Kawal Pembangunan Desa
Menurut Dedi, sekolah memiliki komitmen menjadikan melon sebagai salah satu komoditas unggulan yang dapat terus dikembangkan di lingkungan SMK PK Nurussalam.
“Harapannya, kedepan semakin banyak jenis jenis tanaman yang bisa kita kembangkan di sekolah kami ini, sehingga sekolah kami ini bisa dijadikan sekolah unggulan terutama bidang pertanian,” tambah dia.
