Pendekatan modern mulai diterapkan melalui analisis data mendalam, intensitas latihan tinggi, serta pembentukan karakter tim yang lebih disiplin dan kompetitif.
Piala AFF 2026 pun dipandang sebagai panggung pembuktian bahwa Indonesia telah naik level dibanding rival-rival Asia Tenggara lainnya.
Untuk mewujudkan ambisi tersebut, Herdman disebut mulai menyusun komposisi skuad dengan sangat detail.
Baca Juga:Purbaya Yakin Laju Pertumbuhan Bisa 6 Persen pada 2026, Setelah Kini Ekonomi Indonesia Tembus 5,61 PersenRevitalisasi 71 Ribu Sekolah Dikebut pada 2026, Anggaran Rp14 Triliun Disiapkan PemerintahÂ
Ia tidak hanya mengandalkan kualitas teknik, tetapi juga mencari pemain yang memiliki pengalaman menghadapi tekanan tinggi serta mental kuat di pertandingan besar.
Langkah naturalisasi pun dilakukan secara selektif demi meningkatkan kualitas skuad tanpa menghilangkan identitas pemain lokal.
Herdman dikabarkan terlibat langsung dalam pemantauan sejumlah pemain yang dinilai mampu memberikan dampak besar bagi Timnas Indonesia.
Dengan perpaduan pemain lokal berkualitas dan amunisi naturalisasi, Indonesia diharapkan mampu bersaing lebih dominan menghadapi kekuatan utama ASEAN seperti Thailand national football team dan Vietnam national football team.
Tak hanya itu, era baru ini juga membuka peluang hadirnya sejumlah pemain asing dari kompetisi Liga 1 Indonesia yang berpotensi menjalani proses naturalisasi.
Nama-nama seperti Ciro Alves, David da Silva, Hugo Gomes, Alexis Messidoro, hingga Taisei Marukawa disebut menjadi bagian dari pemain yang memiliki ketertarikan membela Indonesia.
Kehadiran mereka diprediksi dapat menghadirkan peningkatan kualitas fisik, pengalaman, serta visi bermain yang selama ini menjadi pembeda di level kompetitif Asia Tenggara.
Baca Juga:Batal di Jakarta, Persija Kecewa Laga Kontra Persib Dipindah ke Samarinda, Ini Perasaan Mantan Ketum JakmaniaSudah Diputuskan, PERSIJA vs PERSIB Dipindah ke Samarinda, ‘Final’ Penentu Gelar Digelar di Markas Borneo FC
Jika proyek tersebut berjalan sesuai rencana, Indonesia berpotensi memiliki salah satu skuad paling mewah sepanjang sejarah Piala AFF.
Herdman diyakini ingin memastikan Garuda tidak lagi sekadar menjadi pesaing, melainkan benar-benar tampil sebagai kandidat utama juara.
Meski demikian, Herdman tetap dikenal sebagai pelatih yang menghargai proses pembentukan tim. Pengamat sepak bola senior, Rony Pangemanan, menyebut Herdman mulai mengunci kerangka inti skuad untuk agenda FIFA Matchday mendatang.
Langkah tersebut memperlihatkan bahwa sang pelatih telah memiliki gambaran jelas terkait filosofi permainan yang ingin diterapkan bersama Timnas Indonesia.
Chemistry antarpemain pun mulai dibangun lebih awal agar pola permainan dan mentalitas tim semakin matang sebelum Piala AFF dimulai.
