Guru Honorer Butuh Ekstra Sabar, PGRI Banjar Dorong Disdik Keluarkan Surat Perintah Tugas

guru honor di kota banjar
Ketua PGRI Kota Banjar Encang Zaenal Muarif diwawancarai usai audiensi dengan DPRD dan OPD terkait, Kamis (30/4/2026). (Anto Sugiarto/radartasik.id)
0 Komentar

BANJAR, RADARTASIK.ID – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Banjar mengapresiasi niat baik Wali Kota Banjar H Sudarsono, yang akan mengupayakan nasib guru honorer prajabatan dan dalam jabatan (daljab) di angkat Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

“Alhamdulillah, sangat senang dan mengapresiasi niat baik pak wali kota,” ucap Ketua PGRI Kota Banjar, Encang Zaenal Muarif, Rabu (6/5/2026).

Menurut dia, hal ini akan menjadi berita menggembirakan untuk guru honorer prajabatan maupun daljab yang menanti kepastian.

Baca Juga:MAN 1 Tasikmalaya Berjaya di Olimpiade PPKN Ke-IX 2026 Tingkat NasionalEmpat Korban Penyiraman Air Keras Masuk Ruang Operasi RSUD dr Soekardjo Kota Tasik, dr Titie Jelaskan Kondisi

Tapi, kata dia, langkah pengangkatan status honorer menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) membutuhkan prosedur yang membutuhkan waktu. Butuh kesabaran dari guru honorer.

“Namun alangkah bijaknya dalam hal ini Kadisdik Kota Banjar untuk sementara mengeluarkan surat perintah tugas bagi para honorer tersebut,” terangnya.

‘Tujuannya apa? Agar Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK) guru honorer tersebut terbit, dan sertifikasi mereka bisa cair,” katanya.

Menurut informasi yang diperolehnya, kasus serupa terjadi di kabupaten dan kota lain seperti di Tasikmalaya.

“Solusinya adalah dengan ada surat perintah tugas dari Kadisdik, honorer di Tasik akhirnya juga bisa mendapatkan tunjangan sertifikasi,” ujarnya.

Sebelumnya, Wali Kota Banjar H Sudarsono akan mengupayakan guru honorer prajabatan maupun daljab diangkat menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

“Jadi, kita akan upayakan untuk guru masih bisa diangkat (PPPK). Karena mereka sangat dibutuhkan pemerintah,” ucap Wali Kota Banjar, H Sudarsono Senin (4/5/2026) kepada awak media di halaman kantor Wali Kota.

Baca Juga:Diduga Jadi Korban Penyiraman Air Keras, Enam Orang Masuk RSUD dr Sokardjo TasikmalayaAnggaran dengan Menu Misterius!

Meski sampai hari ini belum ada aturannya, namun pihaknya akan mengupayakan. (Anto Sugiarto)

0 Komentar