TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – SMK Bina Putera Nusantara (BPN) Kota Tasikmalaya menggelar upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di lapangan sekolah, Selasa (5/5/2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum bagi seluruh civitas sekolah untuk merefleksikan peran masing-masing dalam membangun kualitas pendidikan.
Kepala SMK BPN, Sri Pujiani MPd, menekankan bahwa keberhasilan pendidikan tidak dapat ditopang oleh satu pihak semata, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh unsur secara menyeluruh.
“Hari ini kita merefleksikan peran kita masing-masing di dalam dunia pendidikan. Ternyata pendidikan yang berkualitas itu tidak bisa dibentuk oleh satu atau dua pihak saja, tetapi harus dari semua. Sekolah sebagai penyelenggara, guru dan tenaga kependidikan, serta siswa itu sendiri,” ujar Sri.
Baca Juga:MAN 1 Tasikmalaya Berjaya di Olimpiade PPKN Ke-IX 2026 Tingkat NasionalEmpat Korban Penyiraman Air Keras Masuk Ruang Operasi RSUD dr Soekardjo Kota Tasik, dr Titie Jelaskan Kondisi
Ia menegaskan, sinergi ketiga pilar tersebut menjadi kunci dalam mencetak lulusan yang unggul, kompeten, dan berkualitas. Tak hanya menjadi ajang refleksi, peringatan Hardiknas di SMK BPN juga dirangkaikan dengan pelepasan 188 siswa kelas XII dan XIII.
Prosesi berlangsung sederhana, namun tetap khidmat dan sarat makna bagi para siswa yang telah menuntaskan masa belajarnya.
Sri menuturkan, pelepasan siswa menjadi momen penting yang menandai berakhirnya masa belajar sekaligus transisi menuju jenjang kehidupan berikutnya. Prosesi tersebut juga menjadi titik awal bagi siswa untuk mengaplikasikan ilmu dan keterampilan yang telah diperoleh selama menempuh pendidikan di sekolah.
“Sebenarnya anak-anak ini sudah menyelesaikan pembelajaran di sekolah, tetapi justru ini adalah awal dari kehidupan mereka ke depan. Mudah-mudahan bekal dari SMK bisa cukup untuk mereka survive di masa yang akan datang dan mencapai cita-citanya,” katanya.
Sementara itu, Ketua Yayasan SMK BPN, H Uus Rusyamsi Afandi SKM, menilai pelepasan siswa menjadi momen penting dalam menandai peralihan peserta didik dari dunia sekolah ke kehidupan yang lebih luas.
“Pelepasan ini bagian dari prosesi akademik sekolah. Kami melepas anak-anak secara sederhana, tapi harapannya ini menjadi langkah awal bagi mereka untuk melanjutkan kehidupan ke depan,” pungkasnya. (Fitriah Widayanti)
