Data Algoritma AC Milan di Bursa Transfer Gagal Total: 9 Pemain Baru Cuma Tampil Mengecewakan

AC Milan
Ilustrasi AC Milan Foto: Tangkapan layar Instagram@acmilan
0 Komentar

Di lini tengah, kehadiran Rabiot justru menjadi pengecualian. Dengan biaya hanya €7 juta (Rp119 miliar), ia tampil impresif dengan 6 gol dan 5 assist, membawa karakter dan keseimbangan bagi tim.

Sementara itu, Modric—meski sudah berusia hampir 41 tahun—tetap menunjukkan kelasnya lewat kepemimpinan dan kontribusi di lapangan.

Namun, masalah terbesar justru datang dari sektor ofensif. Ardon Jashari yang dibeli €37 juta (Rp629 miliar) gagal bersinar akibat cedera dan minim kontribusi dalam 12 penampilan.

Baca Juga:Intip Peluang AC Milan, Juventus, AS Roma dan Como ke Liga Champions: Lazio Batu Sandungan GiallorossiInter Milan Makin Italia: Bidik Kiper Lokal yang Sedang Merantau ke Inggris

Lebih parah lagi, Christopher Nkunku yang ditebus €38 juta (Rp646 miliar) hanya mencetak 5 gol dalam 25 laga—angka yang jauh dari harapan.

Kondisi serupa juga terjadi pada Niclas Fullkrug. Didatangkan untuk menambah daya gedor, striker asal Jerman itu hanya mampu mencetak satu gol dan lebih sering menjadi pemain pengganti.

Performanya jauh dari versi terbaiknya saat masih membela Borussia Dortmund.

Situasi ini memperlihatkan kegagalan perencanaan transfer Milan. Pendekatan berbasis algoritma yang diharapkan mampu menemukan pemain ideal justru tidak selaras dengan kebutuhan taktis di lapangan.

Kini, dengan musim yang hampir berakhir dan target Liga Champions masih belum aman, Milan dihadapkan pada evaluasi besar.

Tanpa perbaikan signifikan dalam strategi transfer, bukan tidak mungkin kegagalan serupa akan kembali terulang di musim mendatang.

0 Komentar