Ratusan Hektare Sawah Terancam Kekeringan, Wabup Tasikmalaya Desak Revitalisasi Irigasi Ciramajaya Dituntaskan

Irigasi Ciramajaya Tanjungjaya
Wakil Bupati Tasikmalaya Asep Sopari Al-Ayubi saat meninjau lokasi irigasi Ciramajaya Kecamatan Tanjungjaya. (Istimewa)
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Setelah lebih dari satu dekade mengalami kekeringan, kondisi Irigasi Ciramajaya di Kecamatan Tanjungjaya, Kabupaten Tasikmalaya, akhirnya mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah.

Wakil Bupati Tasikmalaya, Asep Sopari Al Ayubi, turun langsung ke lapangan melakukan inspeksi mendadak (sidak) di lokasi irigasi yang berada di Desa Cibalanarik.

Dalam kunjungannya, Wabup Asep didampingi oleh tokoh masyarakat, Camat Tanjungjaya, serta perwakilan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Dinas Sumber Daya Air (SDA) Provinsi Jawa Barat.

Baca Juga:Kisruh di Desa Cayur Cikatomas Tasikmalaya, Agustiana: Lebih Baik SPP yang Disalahkan Ketimbang UlamaTingkatkan Kapasitas Instruktur Senam, Bidang Olahraga Disparpora Kabupaten Tasikmalaya Gelar Pelatihan

Mereka menyaksikan langsung kondisi irigasi yang memprihatinkan, dengan pintu-pintu air yang berkarat dan tidak berfungsi, serta tidak adanya aliran air yang mengaliri saluran tersebut selama bertahun-tahun.

Permasalahan Irigasi Ciramajaya sebenarnya telah berlangsung lama. Sejak tahun 2010, kawasan tersebut telah dipersiapkan menjadi lahan sawah produktif untuk mendukung ketahanan pangan.

Namun hingga tahun 2026, harapan tersebut belum juga terwujud karena sistem irigasi yang tidak berfungsi. “Ini menyangkut kemanfaatan. Ada fasilitas negara yang dibiarkan terbengkalai,” ujar Asep

Sopari dengan tegas saat meninjau lokasi.Ia juga menyoroti janji program “Rehab Tuntas” yang sempat digaungkan beberapa tahun lalu, namun hingga kini belum terealisasi. Menurutnya, janji tersebut harus segera diwujudkan agar tidak menjadi sekadar slogan.

“Saya merasa malu kepada masyarakat. Janji harus ditepati, jangan hanya jadi omong kosong. Harus ada tindakan nyata,” tegasnya.

Berdasarkan data di lapangan, Irigasi Ciramajaya memiliki panjang sekitar 16 kilometer, membentang dari wilayah hulu di Kecamatan Mangunreja, melewati Tanjungjaya, hingga ke hilir di Kecamatan Sukaraja. Namun saat ini, air hanya mampu mengalir sejauh kurang lebih 10 kilometer.

Beberapa permasalahan utama yang ditemukan di antaranya adalah minimnya debit air dari hulu, sehingga sistem pembagian air secara bergilir tidak berjalan efektif.

Baca Juga:Serap Aspirasi Warga Tasikmalaya, Anggota DPRD Jabar Budi Mahmud Saputra Siap Kawal Pembangunan DesaAnggota DPRD Kabupaten Tasikmalaya Karom Apresiasi Respons Pemda Soal Skema Gaji PPPK Paruh Waktu

Selain itu, banyak saluran yang mengalami penyumbatan dan membutuhkan normalisasi secara menyeluruh dari hulu hingga hilir. Akibat kondisi ini, sekitar 400 hingga 500 hektare lahan pertanian belum dapat dimanfaatkan secara optimal karena tidak teraliri air.

Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya kini tengah melakukan upaya koordinasi dan lobi kepada pemerintah pusat dan pemerintah provinsi agar revitalisasi irigasi ini dapat segera direalisasikan. Rencananya, proyek tersebut akan diajukan melalui program Instruksi Presiden (Inpres) terkait revitalisasi jaringan irigasi.

0 Komentar