TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Di tengah kekhawatiran sulitnya lulusan SMK menembus dunia kerja, SMK Bhakti Kencana Tasikmalaya justru menunjukkan tren sebaliknya. Mayoritas siswa kelas XII di sekolah tersebut telah lebih dulu mengantongi pekerjaan bahkan sebelum kelulusan diumumkan.
Capaian ini bukan sekadar angka, melainkan hasil dari sistem pembelajaran yang secara sengaja dirancang mendekatkan siswa dengan realitas industri sejak dini. Sekolah tidak hanya menargetkan kelulusan, tetapi memastikan siswa benar-benar siap diserap dunia kerja.
Kepala SMK Bhakti Kencana Tasikmalaya, apt R Awaludin Nazal N SFarm MFarm, mengungkapkan, tingkat penyerapan kerja siswa terus menunjukkan tren positif, terutama pada mereka yang memang memilih jalur langsung bekerja setelah lulus.
Baca Juga:Ratusan Kepala Madrasah Ikuti Pembinaan di MAN 1 TasikmalayaTanggung Jawab Moral di Balik Lahirnya Seorang Pemimpin!
“Alhamdulillah, dari siswa yang memang berminat bekerja, sekitar 80 persen sudah bekerja sebelum lulus. Bahkan sejak Januari di semester akhir, sebagian siswa sudah mulai masuk kerja meski statusnya masih sebagai siswa,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kesiapan tersebut dibangun melalui pendekatan pembelajaran yang tidak lagi berfokus pada teori semata, melainkan berbasis praktik dan kebutuhan nyata di lapangan. Kurikulum disusun selaras dengan standar industri agar siswa terbiasa dengan ritme dan tuntutan dunia kerja.
“Kami menerapkan pembelajaran berbasis Project Based Learning (PjBL) dan Teaching Factory, yang disinkronkan dengan kebutuhan industri melalui konsep link and match, sehingga standar yang diterapkan di sekolah hampir sama dengan di dunia kerja,” katanya.
Lebih jauh, pembentukan budaya kerja di SMK Bhakti Kencana Tasikmalaya telah ditanamkan sejak siswa berada di kelas X. Mereka dikenalkan dengan standar operasional di berbagai sektor, seperti layanan kesehatan di rumah sakit, klinik, hingga apotek, sehingga memiliki gambaran yang jelas saat memasuki masa praktik kerja lapangan maupun ketika mulai bekerja.
Menurutnya, kepercayaan dari dunia industri menjadi indikator penting atas kualitas lulusan. Penerimaan siswa sebelum lulus menunjukkan bahwa kemampuan yang dimiliki telah memenuhi ekspektasi dunia kerja, baik dari sisi keterampilan teknis maupun sikap profesional.
“Kalau industri tidak percaya, tidak mungkin mereka mau menerima siswa kami sebelum lulus. Ini menjadi bukti bahwa secara kompetensi, baik soft skill maupun hard skill, siswa kami sudah diakui oleh dunia kerja,” ungkapnya.
