RADARTASIK.ID – Mantan direktur umum Juventus, Luciano Moggi, melontarkan tudingan keras atas polemik yang melibatkan dunia perwasitan Italia.
Ia menilai penyelidikan terhadap sistem wasit saat ini memiliki kemiripan dengan skandal besar Calciopoli yang mengguncang sepak bola Italia dua dekade lalu.
Menurut Moggi, kasus yang menyeret nama penunjuk wasit Gianluca Rocchi dan pengawas VAR Andrea Gervasoni bukan sekadar proses hukum biasa.
Baca Juga:Inter Bidik Curtis Jones, Frattesi Bisa Pulang ke AS RomaIntip Lini Belakang Juventus jika Datangkan Bek Ekuador Seharga Rp680 Miliar: Federico Gatti Bakal Jadi Korban
Ia justru melihat adanya agenda tersembunyi yang berpotensi menargetkan sosok penting di balik kesuksesan klub.
“Ini seperti pengulangan Calciopoli. Ada pihak yang ingin menonjolkan diri dengan menyelidiki sepak bola,” ujar Moggi dalam wawancaranya dengan media Italia.
Lebih jauh, Moggi secara terang-terangan mengaitkan situasi ini dengan Giuseppe Marotta, presiden Inter Milan.
Ia menduga ada upaya sistematis untuk menjegal Marotta, yang dinilainya sebagai salah satu eksekutif terbaik di sepak bola Italia saat ini.
“Mereka ingin menjegal Marotta karena dia yang paling hebat,” tegas Moggi.
Ia menilai kemampuan Marotta dalam membangun tim dan mengelola klub menjadi faktor utama yang membuatnya “tidak disukai” oleh pihak tertentu.
Dalam pandangannya, figur seperti Marotta justru langka di sepak bola modern yang disebutnya semakin kehilangan kualitas kepemimpinan.
Baca Juga:Costacurta Kecam Penyerang AC Milan: Pulisic Terburuk, Leao Malas BerlariMedia Italia: Alisson Tergoda Rayuan Juventus
“Dia memahami sepak bola luar dalam, tahu cara membangun tim, dan mampu memimpin. Orang seperti dia bisa dihitung dengan jari,” tambahnya.
Moggi juga tidak ragu membandingkan situasi saat ini dengan pengalaman pribadinya di era Calciopoli.
Ia mengklaim bahwa skandal tersebut pada akhirnya tidak pernah benar-benar membuktikan adanya manipulasi pertandingan, meskipun dampaknya sangat besar bagi dirinya dan Juventus.
Ia juga menyinggung putusan hukum yang menyatakan tidak ada pertandingan Serie A musim 2004/2005 yang terbukti diatur.
Namun, menurutnya, narasi publik saat itu sudah terlanjur terbentuk dan merugikan pihak tertentu.
Kini, ia melihat pola serupa mulai muncul kembali—dengan penyelidikan terhadap wasit yang dinilai berpotensi menciptakan kegaduhan besar tanpa dasar yang kuat.
Di tengah badai tuduhan, Moggi juga memberikan pembelaan terhadap Rocchi. Ia menilai sosok tersebut sebagai figur yang berintegritas dan tidak mudah dipengaruhi.
