RADARTASIK.ID – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan terus memperkuat komitmennya dalam memperluas perlindungan jaminan sosial bagi pekerja di Indonesia.
Kali ini, langkah strategis ditempuh melalui kerja sama dengan Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah guna menjangkau lebih banyak pekerja rentan, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta berbagai komunitas produktif di masyarakat.
Kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dan perjanjian kerja sama (PKS) antara Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Saiful Hidayat dan Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir di Yogyakarta, Jumat, 24 April 2026.
Baca Juga:Sukses Pentaskan Drama Sobrat di Garut, Teater 28 Unsil Siap Tampil di SemarangRayakan Ulang Tahun ke-3, MOMOYO Miliki 3.000 Outlet di Asia
Kemitraan BPJS Ketenagakerjaan dan Muhammadiyah ini menjadi langkah konkret dalam memperluas cakupan program jaminan sosial ketenagakerjaan sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat secara inklusif dan berkelanjutan.
Saiful Hidayat menilai sinergi antara BPJS Ketenagakerjaan dan Muhammadiyah memiliki nilai strategis yang besar.
Menurutnya, kerja sama tersebut tidak hanya menyasar pekerja di lingkungan Muhammadiyah, tetapi juga menjangkau ekosistem yang lebih luas, termasuk pekerja rentan serta pelaku UMKM yang selama ini masih membutuhkan perlindungan sosial yang memadai.
Ia juga menekankan bahwa luasnya jaringan Muhammadiyah hingga ke tingkat akar rumput menjadi modal penting dalam memperkuat edukasi dan literasi masyarakat terkait pentingnya jaminan sosial ketenagakerjaan.
Dengan jangkauan organisasi yang masif, upaya peningkatan kesadaran masyarakat terhadap perlindungan tenaga kerja diyakini dapat berjalan lebih efektif.
Tidak hanya berfokus pada perlindungan dasar, kolaborasi ini juga mencakup pengembangan manfaat tambahan, seperti layanan keuangan serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia.
Saiful menjelaskan, kerja sama tersebut membuka peluang untuk memperkuat program upskilling dan reskilling bagi tenaga kerja agar lebih adaptif dan kompetitif menghadapi perubahan dunia kerja, termasuk berkembangnya ekonomi digital dan fenomena gig economy.
Baca Juga:Hari Kartini Lebih Bermakna, DAM Ajak Konsumen Honda Nikmati Keseruan City Rolling Diskon Spesial Honda ADV 160 dan Jaket Eksklusif Honda Stylo serta Scoopy, Cuma Bulan Ini
Lebih jauh, kedua pihak juga menjajaki peluang kerja sama di bidang investasi melalui kajian bersama yang disesuaikan dengan kapasitas dan kebutuhan masing-masing lembaga.
Langkah ini diharapkan dapat memperkuat fondasi ekonomi masyarakat sekaligus mendukung keberlanjutan program perlindungan tenaga kerja.
Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir menyambut positif kolaborasi tersebut.
