GARUT, RADARTASIK.ID – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Teater 28 Universitas Siliwangi (Unsil) sukses mementaskan drama berjudul “Sobrat” karya Arthur S Nalan di Padepokan Seni Sobarnas Martawijaya, Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, Jumat, 24 April 2026.
Sebelumnya, Teater 28 sudah mementaskan drama yang disutradarai Perry Pebrianto tersebut di Gedung Kesenian Kota Tasikmalaya (GKKT) selama 3 hari dari tanggal 17 hingga 19 April 2026.
Dalam pentas drama keliling ke berbagai kota ini tidak hanya menyuguhkan aksi para pemeran saja yang ditampilkan tetapi juga diadakan diskusi di akhir pementasan.
Baca Juga:Rayakan Ulang Tahun ke-3, MOMOYO Miliki 3.000 Outlet di AsiaHari Kartini Lebih Bermakna, DAM Ajak Konsumen Honda Nikmati Keseruan City Rolling
Ruang diskusi ini sebagai bahan masukan kritik dan saran dengan para penonton yang hadir menyaksikan pertunjukan drama yang syarat akan kritik sosial ini.
Banyak apresiasi dan masukan yang diberikan oleh para apresiator yang hadir.
Mayoritas penonton berasal dari sanggar dan pelaku seni serta masyarakat di Garut.
Perry Pebrianto mengatakan, drama “Sobrat” menjadi pilihan dalam agenda pentas keliling kali ini karena relevan dengan kondisi pertambangan saat ini.
“Khususnya pertambangan ilegal yang merugikan lingkungan dan masyarakat (menyebabkan bencana banjir dan longsor),” ucapnya saat diwawancarai Radartasik.id.
Ia menyampaikan selain isu lingkungan, naskah ini juga memadukan unsur kehidupan cinta dan sifat kesombongan manusia.
Pery menerangkan ada beberapa pesan yang ingin disampaikan dalam pentas kali ini.
Baca Juga:Diskon Spesial Honda ADV 160 dan Jaket Eksklusif Honda Stylo serta Scoopy, Cuma Bulan IniJangan Tunggu Motor Hilang, Begini Cara Aktifkan Anti-Theft Alarm Honda Stylo 160
“Pesannya jangan sombong, harus peduli dan tahu kondisi lingkungan, dan jangan melupakan asal-usul agar tidak celaka, seberapa kaya pun seseorang,” katanya.
Ia menjelaskan alasan memilih Kabupaten Garut sebagai satu dari beberapa kota yang menjadi pentas keliling ini karena apresiasi seni yang cukup tinggi serta sebagai tempat untuk menyebarkan semangat teater kepada anak didik dan guru-guru di sekolah agar mereka mau mengapresiasi pementasan seni.
Ia berharap teater di Indonesia bisa terus berkembang karena proses ini tidak akan mengkhianati hasil.
“Teruslah berkarya karena sebuah karya merupakan bentuk kejujuran di dalam jiwa,” jelasnya.
Setelah dari Garut, Teater 28 akan mementaskan drama “Sobrat” berikutnya di Semarang pada 29 April 2026. (Agi Sugiana)
