“Teman-teman disabilitas adalah kelompok rentan yang seharusnya diprioritaskan, bukan sekadar dilibatkan saat momentum,” tuturnya.
Ia berharap ke depan ada program rutin, pelatihan berkelanjutan, dan fasilitas yang benar-benar ramah disabilitas—bukan hanya slogan yang rapi di spanduk. (ayu sabrina barokah)
