West Ham United (pekan ke-36)
Burnley (pekan ke-37)
Crystal Palace (pekan ke-38)
Sementara Manchester City dijadwalkan melawan:
Burnley (pekan ke-34)
Everton (pekan ke-35)
Brentford (pekan ke-36)
Bournemouth (pekan ke-37)
Crystal Palace (laga tunda)
Aston Villa (pekan ke-38)
Di atas kertas, kedua tim memiliki peluang yang sama besar. Namun, pengalaman Manchester City dalam mengelola tekanan di fase akhir musim sering kali menjadi faktor pembeda.
Menariknya, penentuan gelar Premier League lewat selisih gol pernah terjadi dalam momen yang sangat dramatis, yakni pada musim 2011/2012.
Saat itu, Manchester City dan Manchester United sama-sama mengakhiri musim dengan 89 poin. Karena poin identik, penentuan juara harus melihat selisih gol.
Baca Juga:Siapa Samuel Martinez? Bocah 17 Tahun Titisan Kaka dari KolombiaPengamat Italia: Chivu Mirip Mourinho dan Lebih Baik dari Inzaghi
Hasilnya, Manchester City unggul dengan selisih gol +64, sementara Manchester United hanya +56. Keunggulan inilah yang membuat City akhirnya dinobatkan sebagai juara liga.
Musim tersebut dikenang sebagai salah satu yang paling dramatis dalam sejarah sepak bola Inggris, terutama karena penentuan gelar terjadi hingga detik terakhir.
Pada laga pamungkas melawan Queens Park Rangers, City sempat tertinggal sebelum mencetak dua gol di masa injury time melalui Edin Dzeko dan Sergio Aguero.
Gol Aguero di menit 93:20 bahkan menjadi salah satu momen paling ikonik dalam sejarah Premier League, memastikan kemenangan 3-2 sekaligus mengunci gelar juara berkat keunggulan selisih gol.
Selain musim tersebut, kasus penentuan gelar lewat selisih gol juga pernah terjadi di kompetisi lain, tetapi di Premier League, 2011/2012 adalah contoh paling terkenal dan sering dijadikan rujukan.
Jadi, jika musim ini Arsenal dan Manchester City kembali finis dengan poin yang sama, skenario seperti 2011/2012 bisa saja terulang—dan sekali lagi, selisih gol bisa menjadi penentu sejarah.
Jika melihat tren saat ini, City tampak lebih stabil dan berpengalaman dalam perburuan gelar.
Baca Juga:Bangkitkan Marwah Los Galacticos, Madrid Ingin Boyong Victor OsimhenChelsea dalam Bencana Usai Ditinggal Abramovich: Habiskan Dana Rp28,9 Triliun Tanpa Satu Gelar Pun
Sementara Arsenal harus membuktikan bahwa mereka mampu bangkit dan menjaga konsistensi hingga pekan terakhir.
Pada akhirnya, jika kedua tim benar-benar finis dengan poin yang sama, gelar juara kemungkinan besar akan ditentukan oleh detail kecil—selisih gol atau jumlah gol yang dicetak.
