Kemenhaj Ciamis: Dua Barang Wajib Dibawa Jemaah Haji saat Berada di Tanah Suci, Kartu Nusuk dan Gelang Haji

Calon Jemaah Haji Ciamis
Sebanyak 856 jemaah haji asal Kabupaten Ciamis mengikuti pembukaan bimbingan manasik haji tingkat kabupaten di Gedung KH Irfan Hielmy, Rabu (1/4/2026). (Istimewa For Radartasik.id)
0 Komentar

CIAMIS, RADARTASIK.ID — Sebanyak 856 calon jemaah haji asal Kabupaten Ciamis dijadwalkan berangkat ke Tanah Suci pada Mei 2026. Menjelang keberangkatan tersebut, Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Ciamis menegaskan pentingnya penggunaan kartu nusuk dan gelang haji selama pelaksanaan ibadah.

Kepala Kantor Kemenhaj Kabupaten Ciamis, Nana Supriatna mengatakan, seluruh calon jemaah haji diingatkan untuk selalu mengenakan kedua identitas tersebut selama berada di Tanah Suci.

“Karena kartu nusuk dan gelang haji wajib jangan lepas setiap menjalankan ibadah haji,” katanya kepada Radar, Kamis (23/4/2026).

Baca Juga:Tingkatkan Kapasitas Instruktur Senam, Bidang Olahraga Disparpora Kabupaten Tasikmalaya Gelar PelatihanSerap Aspirasi Warga Tasikmalaya, Anggota DPRD Jabar Budi Mahmud Saputra Siap Kawal Pembangunan Desa

Kartu nusuk merupakan dokumen identitas digital resmi dari Arab Saudi yang wajib dimiliki setiap jemaah. Fungsinya tidak hanya sebagai validasi legalitas, tetapi juga untuk mencegah keberadaan jemaah ilegal.

Selain itu, kartu nusuk menjadi syarat akses masuk ke Masjidil Haram, sekaligus alat pemantau layanan dan pergerakan jemaah, mulai dari akomodasi, transportasi hingga katering selama di Makkah dan Armuzna (Arafah, Muzdalifah, Mina). Penggunaan kartu ini juga memastikan hanya jemaah dengan visa haji sah yang dapat mengikuti seluruh rangkaian ibadah.

“Makanya kartu nusuk ini wajib dibawa setiap saat selama berada di Tanah Suci, baik di Madinah maupun Makkah, dan akan dipindai (scan) oleh petugas menggunakan barcode atau QR code yang tertera pada kartu,” ujarnya.

Sementara itu, gelang haji yang terbuat dari logam atau monel berfungsi sebagai identitas resmi jemaah Indonesia. Gelang ini memuat data penting seperti nama, kloter, embarkasi, nomor paspor, hingga QR Code.

Fungsi gelang haji sangat krusial, terutama dalam kondisi darurat. Selain memudahkan pencarian jemaah yang terpisah dari rombongan, gelang ini juga membantu petugas maupun tenaga medis dalam mengidentifikasi jemaah dengan cepat.

“Gelang haji tersebut berguna ketika jemaah terpisah dari rombongan atau hilang, petugas (termasuk petugas Arab Saudi) dapat dengan mudah mengidentifikasi asal dan data jemaah untuk mengembalikannya ke maktab. Juga memudahkan tenaga medis di Tanah Suci untuk mengetahui identitas jemaah jika terjadi situasi darurat kesehatan,” katanya.

0 Komentar