Korban Mengaku Sempat Disiram Bensin, Polisi Selidiki Dugaan Unsur Kesengajaan Bocah Terbakar di Tasikmalaya

Bocah 8 tahun terbakar
Polres Tasikmalaya melakukan olah TKP di lokasi bocah 8 tahun di Leuwisari terbakar, Rabu 22 April 2026. (Istimewa For Radartasik.id)
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Peristiwa tragis menimpa seorang bocah berusia 8 tahun asal Kecamatan Leuwisari, Kabupaten Tasikmalaya. Siswa kelas 3 sekolah dasar itu mengalami luka bakar serius hampir di seluruh tubuhnya setelah diduga terbakar saat bermain meriam rakitan bersama empat teman sebayanya pada akhir Maret 2026 lalu.

Kasus ini baru mencuat setelah hampir satu bulan korban menjalani perawatan di rumah dalam kondisi lemah. Orang tua korban mulai mencurigai adanya kejanggalan setelah sang anak mengaku sempat disiram bahan bakar jenis bensin dari arah belakang oleh salah satu temannya sebelum api menyambar tubuhnya.

“Saya bersama KPAI akan melapor ke Polres Tasikmalaya agar penyebab anak saya terbakar bisa terungkap secara jelas,” ujar E, ibu kandung korban, Rabu (22/4/2026).

Baca Juga:Tingkatkan Kapasitas Instruktur Senam, Bidang Olahraga Disparpora Kabupaten Tasikmalaya Gelar PelatihanSerap Aspirasi Warga Tasikmalaya, Anggota DPRD Jabar Budi Mahmud Saputra Siap Kawal Pembangunan Desa

Kanit PPA Satreskrim Polres Tasikmalaya, Aiptu Josner Ringgo, menyalikan, Menindaklanjuti laporan tersebut, Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Tasikmalaya langsung melakukan penyelidikan. Petugas mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi.

“Kami langsung bergerak ke lokasi setelah menerima laporan. Saat ini kami melakukan olah TKP, mencari alat bukti, dan berkoordinasi dengan berbagai pihak,” ujar.dia.

Lokasi kejadian diketahui berada di lahan kosong yang tidak jauh dari permukiman warga dan akses jalan. Area tersebut kini telah dipasangi pagar bambu. Di sekitar lokasi juga terdapat saluran irigasi kecil yang diduga digunakan korban untuk memadamkan api dengan cara menceburkan diri.

Menurut keterangan sementara dari saksi, permainan yang dilakukan anak-anak tersebut bukan menggunakan meriam bambu, melainkan meriam rakitan dari botol plastik yang dimodifikasi. Polisi saat ini masih menelusuri keberadaan barang bukti tersebut, termasuk mencari botol bekas dan wadah bahan bakar yang digunakan saat kejadian.

“Ada informasi dari saksi bahwa meriam dibuat dari botol plastik. Namun semua keterangan masih kami dalami dan validasi dengan bukti di lapangan,” jelas Josner.

Hingga kini, polisi baru mengamankan barang bukti berupa pakaian dan celana yang dikenakan korban saat kejadian. Sementara itu, kondisi korban yang masih lemah membuat penyidik belum dapat meminta keterangan secara maksimal.

0 Komentar