Ciamis Tidak Akan Kekurangan Beras, Punya Cadangan Surplus 3 Bulan, tapi Pasokan Sayuran Masih dari Luar

Ciamis Tidak Akan Kekurangan Beras
Pedagang sembako di Pasar Manis Ciamis melayani pembeli, Senin, 20 April 2026. (Fatkhur Rizqi/Radartasik.id)
0 Komentar

CIAMIS, RADARTASIK.ID – Kabupaten Ciamis kini memiliki cadangan beras yang cukup untuk memenuhi kebutuhan warganya selama tiga bulan ke depan, menjadikan wilayah ini relatif aman dari krisis pangan pokok.

Data terbaru menunjukkan, untuk populasi 1,4 juta penduduk, kebutuhan beras tercukupi, bahkan masih tersisa stok strategis yang disimpan di Gudang Bulog Pamalayan dan sebagian berada di tangan masyarakat.

Dengan demikian, Kabupaten Ciamis tidak akan kekurangan beras,

Meski begitu, komoditas lain seperti sayur-sayuran masih bergantung pada pasokan dari luar wilayah.

Baca Juga:5 Tips Memilih AC 1/2 PK Low Watt Terbaik untuk Kamar Tidur yang Hemat Listrik dan SehatLPG Nonsubsidi Naik Drastis, Warga dan Pelaku Usaha di Kabupaten Ciamis Terimbas

Kepala Bidang Ketahanan Pangan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Ciamis, Dadan Suhenda, menjelaskan, surplus beras ini didorong oleh perhitungan kebutuhan konsumsi beras per orang usia produktif, rata-rata sekitar 7 kilogram per bulan, serta potensi produksi padi yang tersebar di tiga zona pertanian: wilayah utara sebagai kawasan agropolitan, wilayah tengah untuk tanaman strategis, dan wilayah selatan sebagai lumbung padi utama.

Menurut Dadan, wilayah selatan menjadi penyumbang utama produksi beras di Kabupaten Ciamis.

Untuk menjaga keberlanjutan surplus ini, petani telah melakukan langkah antisipatif, seperti optimalisasi cadangan air untuk menghadapi musim kemarau yang rawan kegagalan panen.

“Memaksimalkan penyimpanan air saat musim kemarau,” ungkap Dadan kepada Radartasik.id, Selasa, 21 April 2026.

Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya, menekankan komitmen pemerintah daerah untuk mendukung berbagai program strategis di sektor pertanian, mengingat pertanian masih menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat.

Ia menyatakan, sinergi yang kuat antara petani, pemerintah daerah, dan pemerintah pusat menjadi kunci untuk meningkatkan produksi, distribusi, serta kesejahteraan petani.

Meski ketersediaan beras terjaga, sektor pertanian di Ciamis tetap menghadapi berbagai tantangan, mulai dari perubahan iklim, ketersediaan pupuk, hingga pemanfaatan teknologi modern.

Baca Juga:Harga Naik Signifikan, BBM Nonsubsidi Sepi Peminat di SPBU Ciamis: Para Pelanggan Mengaku KagetBikin Resah Warga, Pemuda Depresi di Ciamis Akhirnya Dibawa ke Rumah Sakit untuk Pemeriksaan Kejiwaan

Pemerintah dan petani pun berkolaborasi dalam upaya menjaga ketahanan pangan, sehingga target swasembada pangan di Kabupaten Ciamis tetap realistis. (Fatkhur Rizqi)

0 Komentar