Kini, harapan warga menggantung pada satu hal sederhana namun krusial: janji yang benar-benar ditepati.
Sebab di Kota Tasikmalaya, pembangunan tak lagi cukup diukur dari rencana, melainkan dari seberapa cepat ia menyentuh tanah—dan kehidupan warga di atasnya. (firgiawan)
