Agus Wahyudin Memilih Tidak Bertarung!

Agus Wahyudin
Agus Wahyudin, politisi PPP Kota Tasikmalaya
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Membayangkan suasana di Hotel Mandalawangi pada 18 April 2026 nanti tidak sekadar riuh oleh tepuk tangan.

Ada yang lebih penting dari itu, arah masa depan partai. Menjelang Musyawarah Cabang (Muscab) Partai Persatuan Pembangunan Kota Tasikmalaya, Pelaksana Tugas Ketua DPC, Agus Wahyudin, memilih kata yang sederhana. Tapi berat maknanya.

Akuntabel. Itu kata yang ia tekankan. Bukan sekadar memilih ketua. Tapi memilih ketua yang lebih baik dari yang sekarang. Lebih siap. Lebih terbuka. Lebih bisa dipertanggungjawabkan.

Baca Juga:ISU ITU CERMIN BUKAN PALU!Pertarungan di Ka’bah Hijau: Muda Melawan Tua, Masa Depan Dipertaruhkan!

Dalam politik, memilih pemimpin itu sering kali seperti memilih nakhoda di tengah laut yang cuacanya tidak selalu cerah. Salah pilih, kapal bisa oleng. Benar pilih, kapal bisa melaju lebih cepat.

Agus Wahyudin tampaknya sadar betul akan itu. Ia tidak hanya bicara soal figur di atas panggung. Ia bicara soal mesin di bawah panggung.

Tentang SDM. Tentang instrumen partai. Tentang semua pengurus. Menurutnya, figur ketua ke depan bukan hanya pandai berbicara di podium. Tapi juga harus mampu memberdayakan seluruh sumber daya manusia partai. Bukan hanya KSB—ketua, sekretaris, bendahara.

Semua harus berdaya guna. Semua harus merasa punya peran. Semua harus bergerak. Partai, dalam pandangannya, tidak boleh hanya hidup di struktur inti. Ia harus hidup di setiap simpul pengurus. Di setiap ranting. Di setiap kader yang selama ini mungkin hanya jadi pelengkap daftar hadir.

Itulah tantangan ketua berikutnya. Bukan sekadar memimpin. Tapi menghidupkan. Agus juga menitipkan satu pesan yang tidak kalah penting: fair play.

Ia berharap Muscab berjalan jujur. Terbuka. Tanpa manuver yang menyisakan luka. Tanpa pertarungan yang meninggalkan pecahan.

Ia ingin setelah Muscab selesai, tidak ada puing-puing yang tersisa. Tidak ada barisan yang retak. Tidak ada kader yang merasa kalah lalu menjauh.

Baca Juga:Puluhan Ribu Motor Listrik Disebut Siap Didistribusikan ke Tiap SPPG di Jabar, Harga Motor Rp 56,8 JutaPasang Reklame di Garut, Warga Ciamis Tersengat Listrik

Karena dalam politik, sering kali yang rusak bukan hasilnya. Tapi prosesnya. Kalau prosesnya bersih, hasilnya akan diterima. Kalau prosesnya adil, yang kalah pun bisa tetap berdiri bersama.

Tanggal 18 April 2026 tinggal hitungan hari. Di ruang-ruang kecil, mungkin sudah ada bisik-bisik. Ada hitung-hitungan. Ada lobi-lobi. Tapi pada akhirnya, Muscab bukan soal siapa paling kuat. Bukan siapa paling ramai pendukung.

0 Komentar