TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Sabtu siang (4/4/2026) tidak biasa. Di Twin’s Convention Hall, suasana resmi tiba-tiba mencair. Yang duduk rapi, mendadak longgar. Yang tegang, mendadak tertawa.
Penyebabnya satu: Gubernur Jawa Barat H Dedi Mulyadi. Atau yang lebih akrab disebut. KDM.
Ia tidak sedang marah. Tidak pula sedang memberi instruksi keras. Tapi kalimatnya—seperti biasa—menyengat, tapi dibungkus tawa. “Daripada jadi suami takut istri, tapi rakyat menjerit karena tidak punya kreativitas,” katanya.
Baca Juga:Bantuan Bencana di Kota Tasikmalaya Terus Disalurkan, Data Korban Masih DikejarAda Kado Pahit Dibalik Kerjasama BPJS dengan RSUD Dewi Sartika Kota Tasikmalaya
Belum selesai kalimatnya, ruangan sudah mulai bergetar oleh senyum. KDM lalu menoleh ke arah Viman Alfarizi. “Saya pesan sama Pak Wali Kota, jangan takut istri.” Tawa pecah.
Ia lanjutkan. Lebih serius, tapi tetap ringan.“Laki-laki yang takut istri tidak akan bisa mengambil keputusan yang berani.” Ada jeda. Seolah memberi waktu bagi para suami di ruangan itu untuk merenung.
“Tapi laki-laki yang tidak takut istri akan mengambil keputusan yang berani,” Jeda lagi. Kali ini lebih panjang. “…dan keputusan berani itu diambil karena disuruh oleh istrinya.”
Ruangan meledak. Ini bukan sekadar guyon. Ini sindiran. Sekaligus realitas. Bahwa di balik keputusan-keputusan besar, sering kali ada “rapat kecil” di rumah yang lebih menentukan.
Acara itu sendiri sebenarnya sakral. Peresmian gedung megah. Simbol baru geliat ekonomi kota. Harapan baru bagi Kota Tasikmalaya untuk naik kelas.
Hadir tokoh-tokoh penting. Mulai dari Jaksa Agung RI Sanitiar Burhanuddin, hingga Jampidum Asep Nana Mulyana. Sekretaris Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum Kejagung RI Dr. Undang Mugopal, S.H.,M.Hum. Danpusenif Letnan Jenderal TNI Iwan Setiawan.
Ketua DPD Partai Gerindra Jawa Barat H Amir Mahpud, Bupati Tasikmalaya H Cecep Nurul Yakin, Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi, Ketua DPRD H Aslim dan anggota DPRD Fraksi Gerindra Kota Tasikmalaya juga hadir.
Baca Juga:Bocah SD di Tasikmalaya Meninggal Dunia Tertabrak Kereta saat Menyusuri Rel Menuju Rumah NeneknyaBanjir Cikalang Kota Tasikmalaya Rendam Puluhan Rumah, Viman Siapkan Solusi
Lengkap. Dari hukum, militer, politik, hingga pengusaha. Semua hadir. Tapi justru di forum resmi seperti itulah, KDM memilih cara yang tidak resmi untuk menyampaikan pesan.
