Kepindahannya ke Newcastle sebelumnya lebih didorong oleh kondisi finansial Milan saat itu, bukan semata keputusan pribadi.
Meski demikian, peluang reuni dengan Rossoneri saat ini tergolong kecil.
Newcastle tidak memiliki alasan untuk melepas pemain yang telah mereka beli dengan harga tinggi, terlebih dengan kontrak jangka panjang yang berlaku hingga 30 Juni 2028.
Selain itu, potensi nilai transfer yang sangat besar membuat klub-klub Italia kesulitan untuk bersaing.
Baca Juga:Diincar Juventus, Bernardo Silva Mengaku Tak Bahagia di ManchesterBahagia di Juventus, Conceicao Tak Tertarik Jadi Pengganti Salah di Liverpool
Faktor gaji juga menjadi kendala utama. Tonali saat ini menerima bayaran sekitar €8 juta per tahun, angka yang tergolong tinggi dan tidak umum bagi mayoritas klub Serie A.
Kondisi ini semakin memperkecil kemungkinan kepulangannya dalam waktu dekat.
Sementara itu, persaingan justru datang dari sesama klub Premier League. Arsenal dilaporkan sempat melakukan pendekatan serius pada bursa transfer musim dingin lalu.
Namun kini, Manchester United muncul sebagai kandidat terkuat untuk mengamankan jasa Tonali.
Setan Merah disebut tengah merancang langkah besar untuk memperkuat lini tengah mereka, termasuk membuka komunikasi intensif dengan pihak pemain dan Newcastle.
Bahkan, negosiasi awal dikabarkan sudah berlangsung dengan target menyelesaikan kesepakatan sebelum musim berakhir.
Dalam situasi seperti ini, mimpi Juventus untuk membawa pulang Sandro Tonali ke Italia tampaknya harus kembali ditunda.
Dominasi finansial Premier League sekali lagi menjadi faktor penentu, membuat Serie A harus rela melihat salah satu talenta terbaiknya tetap bersinar di luar negeri.
