Curi Motor Rekan Kerja di Kota Tasikmalaya karena Terjerat Judi Slot

kasus pencurian motor Kota Tasikmalaya
Terangka pencurian motor rekan kerja saat hendak dijebloskab ke sel tahanan Mapolres Tasikmalaya Kota, Sabtu (4/4/2026). istimewa for radartasik.id
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Niat pinjam motor untuk beli nasi, berujung jerat hukum. Itulah yang kini menimpa Ujang Supendi (26), warga Kabupaten Tasikmalaya.

Ujang yang kini statusnya tersangka, harus mendekam di tahanan setelah nekat mencuri motor milik rekan kerjanya sendiri.

Unit Reskrim Polsek Tawang resmi menitipkan tersangka ke Rutan Polres Tasikmalaya Kota, Sabtu (4/4/2026) sekitar pukul 13.00 WIB.

Penahanan ini merupakan tindak lanjut dari laporan polisi tertanggal 30 Maret 2026.

Baca Juga:Anekdot KDM untuk Viman Alfarizi!Bantuan Bencana di Kota Tasikmalaya Terus Disalurkan, Data Korban Masih Dikejar

Kapolsek Tawang Polres Tasikmalaya Kota, Iptu Sumarso, menegaskan bahwa tersangka dijerat kasus pencurian dengan pemberatan.

“Benar, tersangka sudah kami amankan dan dititipkan di Rutan Polres Tasikmalaya Kota. Perbuatannya masuk dalam dugaan tindak pidana pencurian dengan pemberatan,” ujar Iptu Sumarso, Sabtu malam.

Kasus ini bermula dari hal yang terdengar sepele—meminjam motor. Namun, di balik kesederhanaan itu, terselip niat yang pelan-pelan berubah arah.

Dalam pengakuannya, Ujang mengaku awalnya hanya meminjam motor untuk membeli makanan. Tapi entah dari mana datangnya dorongan, ia justru menggandakan kunci motor tersebut.

“Awalnya cuma pinjam buat beli nasi. Tapi tiba-tiba kepikiran buat duplikat kunci,” tutur Ujang.

Tak butuh waktu lama, hanya sekitar lima menit, kunci cadangan pun jadi. Motor kemudian dikembalikan ke pemiliknya, seolah tak terjadi apa-apa. Tapi rencana sudah disusun rapi—atau mungkin terlalu nekat untuk disebut rencana.

Beberapa waktu kemudian, tepatnya sekitar pukul 20.00 WIB, usai menunggu situasi aman di tempat kerja, Ujang kembali mengambil motor tersebut. Kali ini bukan untuk dipinjam, melainkan untuk dimiliki.

Baca Juga:Ada Kado Pahit Dibalik Kerjasama BPJS dengan RSUD Dewi Sartika Kota TasikmalayaBocah SD di Tasikmalaya Meninggal Dunia Tertabrak Kereta saat Menyusuri Rel Menuju Rumah Neneknya

Motor hasil curian itu sempat disembunyikan di rumah temannya selama sekitar satu minggu. Belum sempat dijual, polisi lebih dulu mencium jejaknya.

Yang lebih getir, motif di balik aksi ini ternyata bukan kebutuhan mendesak, melainkan lilitan utang—yang sebagian berasal dari kebiasaan bermain judi slot online.

“Ada utang, bingung mau bayar. Kepikiran mau jual motor itu,” akunya, lirih.

Kini, penyesalan datang belakangan. Ujang mengaku menyesali perbuatannya.

Namun seperti banyak kisah serupa, penyesalan kerap kalah cepat dari godaan sesaat.

0 Komentar