TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID — Fenomena bayi lahir di luar pernikahan yang kemudian “dititipkan” ke lembaga pengasuhan masih menjadi potret sunyi di Kota Tasikmalaya.
Di balik narasi moral yang kerap lantang di ruang publik, realitasnya justru menyisakan persoalan sosial yang belum selesai.
Hal itu diungkapkan Irma Arliyanti, pengurus sekaligus pemilik Yayasan Mutiara Titipan Illahi (Yamu’ti), Kecamatan Tamansari. Dalam beberapa tahun terakhir, yayasan tersebut kerap menerima bayi dengan latar belakang yang tak sederhana—dari hubungan di luar nikah hingga keluarga yang memilih “mundur teratur” dari tanggung jawab.
Baca Juga:Pemancing Hilang di Kota Tasikmalaya Ditemukan, Sungai Ciwulan Tak Banyak BicaraJudul Konser Berubah-ubah, Netizen Kota Tasikmalaya Kian Ramai Menyentil
“Kebanyakan memang bayi lahir di luar pernikahan. Ada yang dititipkan karena orang tuanya takut atau tidak siap,” ujar Irma, Jumat (13/3/2026).
Yayasan yang berdiri sejak 2019 itu kini mengasuh sekitar 70 anak dengan usia beragam. Di antaranya, enam bayi usia 0–4 bulan, satu bayi tujuh bulan, satu anak usia satu tahun, hingga balita. Bahkan, ada bayi yang baru berusia lima minggu.
Ironisnya, tak sedikit bayi datang dalam kondisi memprihatinkan—tanpa identitas, tanpa cerita yang utuh. Bahkan, ada yang hanya “dibekali” kardus sebagai tempat pertama sebelum sampai ke pengasuhan.
“Ada yang datang dibawa kardus. Ada juga yang diantar tukang parkir,” katanya.
Menurut Irma, sebagian kasus juga melibatkan orang tua yang masih berstatus pelajar. Tekanan sosial dan stigma masyarakat kerap menjadi alasan utama bayi-bayi itu akhirnya dititipkan, seolah menjadi “solusi cepat” dari persoalan panjang.
“Ada yang orang tuanya masih anak sekolah, jadi tidak siap,” ujarnya.
Selain faktor sosial, kondisi psikologis ibu juga berpengaruh. Irma menyebut fenomena seperti baby blues hingga depresi pascamelahirkan bisa membuat ibu merasa tak mampu mengasuh bayinya.
Baca Juga:ASN Kota Tasikmalaya “Ngadu” di Instagram, Kritik Fiskal Pemkot Kian PedasRatusan Pemudik Datangi Polres Tasikmalaya Kota: Ikut Mudik Gratis, Tujuan Dominan Solo
“Perempuan setelah melahirkan bisa mengalami tekanan mental, itu juga jadi faktor,” katanya.
Meski latar belakangnya beragam, Irma menegaskan pihaknya tidak menghakimi. Fokus utama mereka adalah memastikan anak-anak tersebut tidak semakin terlantar di luar sistem pengasuhan.
