RADARTASIK.ID – Ketajaman lini depan AC Milan kembali menjadi sorotan usai ditaklukkan Lazio 1-0 di Olimpico.
Duet Rafael Leao dan Christian Pulisic yang diharapkan menjadi motor serangan justru belum mampu memberikan dampak maksimal ketika dimainkan bersama sebagai tumpuan utama di lini depan.
Pelatih Massimiliano Allegri sejauh ini terpaksa mencari solusi alternatif, terutama karena absennya penyerang tengah murni dalam beberapa periode musim ini.
Baca Juga:17 Maret 13 Tahun Silam, Totti Patahkan Rekor Gol Gunnar Nordahl di OlimpicoRudiger Bantah Berniat Hajar Diego Rico dengan Brutal: Saya Tidak Ingin Menyakiti
Situasi tersebut membuat Milan mencoba berbagai kombinasi, termasuk menempatkan Leao dan Pulisic lebih dekat ke gawang sebagai duet striker.
Namun, hasilnya belum sesuai harapan.
Dalam sejumlah pertandingan, kontribusi keduanya saat dimainkan bersama tergolong minim.
Dari laga melawan Bari di Coppa Italia hingga duel kontra Lazio, kombinasi Leao-Pulisic hanya menghasilkan segelintir gol.
Secara keseluruhan, keduanya baru mencetak 13 gol dari 33 pertandingan musim ini, angka yang tergolong rendah untuk dua pemain dengan kualitas individu tinggi.
Lebih mengkhawatirkan lagi, hanya tiga gol yang tercipta saat keduanya berada di lapangan secara bersamaan—dua dari Leao dan satu dari Pulisic.
Statistik ini memperlihatkan bahwa kolaborasi langsung di antara keduanya belum benar-benar terbangun dengan baik.
Jika ditelusuri lebih dalam, persoalan ini bukan sekadar soal angka. Minimnya koneksi di lapangan juga mencerminkan kesulitan taktik yang dihadapi Milan.
Dalam kekalahan terbaru dari Lazio, misalnya, kurangnya koordinasi di lini depan terlihat jelas dan bahkan memicu ketegangan internal di antara pemain.
Baca Juga:Cremonese Terancam Terjun ke Serie B, Davide Nicola Siap Jadi Kambing HitamOwen Yakin Manchester United Salip Manchester City: Mereka Punya Serangan Balik Secepat Kilat
Padahal, ketika dimainkan di posisi natural sebagai winger atau gelandang serang, hubungan keduanya justru lebih produktif.
Dalam puluhan pertandingan lain saat tidak dipaksa menjadi striker utama, Leao beberapa kali mencetak gol dari assist Pulisic, begitu pula sebaliknya.
Ini menunjukkan bahwa keduanya lebih efektif jika bermain melebar, bukan sebagai pusat serangan.
Fakta lain yang tak kalah penting adalah kontribusi gol Milan secara keseluruhan.
Dari ratusan gol yang tercipta saat Leao dan Pulisic sama-sama berada di lapangan, sebagian besar tidak melibatkan koneksi langsung di antara keduanya.
Justru pemain lain seperti Niclas Füllkrug yang kerap mengambil peran sebagai penyelesai akhir.
