TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID — Seorang pemancing dilaporkan hilang diduga tenggelam di Sungai Ciwulan, Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya.
Hingga Senin sore (16/3/2026), tim gabungan baru menemukan sepeda motor milik korban di lokasi kejadian, sementara keberadaan orangnya masih misterius.
Tim gabungan dari Polsek Kawalu Polres Tasikmalaya Kota, BPBD, TNI, serta warga setempat terus melakukan pencarian dengan menyisir aliran sungai.
Baca Juga:Tes Urin Diam-Diam di Pemkot Tasikmalaya, BNN: yang Bersih tak Perlu GemetarTPP PNS Kota Tasikmalaya Tak Cair Sekaligus, Viman Minta Pegawai Bersabar dan Tetap Semangat
Namun derasnya arus dan cuaca yang kembali memburuk membuat upaya pencarian berjalan penuh kehati-hatian.
Korban diketahui bernama Asep Suherman (47), warga Kampung Lemburgunung, Desa Sukamenak, Kecamatan Sukarame, Kabupaten Tasikmalaya.
Ia diduga terseret arus saat sedang mencari ikan di kawasan Kampung Asta Lebak, Kelurahan Cibeuti, Kecamatan Kawalu.
Kapolsek Kawalu AKP Yusuf Setianto mengatakan hingga hari kedua pencarian, korban belum berhasil ditemukan.
“Sudah dilakukan pencarian tapi belum ketemu. Korban adalah warga yang sedang mencari ikan,” ujar Yusuf saat dihubungi wartawan melalui sambungan telepon, Senin (16/3/2026).
Berdasarkan kronologi yang dihimpun, peristiwa bermula pada Minggu (15/3/2026) sekitar pukul 16.00 WIB.
Saat itu korban masih terlihat oleh rekan sesama pemancing dan sempat berpamitan untuk pulang.
Baca Juga:HUT PPNI ke-52, Perawat Kota Tasikmalaya Soroti Kesejahteraan yang Masih TertatihRampcheck di Terminal Indihiang, Viman Pastikan Bus dari Kota Tasikmalaya Layak Jalan
Namun sekitar pukul 17.00 WIB, debit air Sungai Ciwulan tiba-tiba melonjak setelah hujan deras mengguyur wilayah hulu.
Arus sungai yang mendadak ganas diduga menjadi penyebab korban terseret.
“Sekitar jam lima kurang kemarin terjadi banjir bandang karena hujan besar. Sampai sekarang korban belum ditemukan, hanya sepeda motor milik korban yang ada di lokasi,” terangnya.
Pada hari kedua pencarian, tim SAR menyisir aliran Sungai Ciwulan dari titik Cibeuti hingga wilayah Urug.
Sayangnya, operasi sempat dihentikan sementara karena hujan kembali turun deras, membuat kondisi sungai semakin berbahaya.
Dalam operasi ini, kepolisian dibantu penuh personel BPBD, TNI, serta relawan warga.
Mengingat lokasi kejadian berada di jalur aliran sungai yang panjang, koordinasi juga dilakukan untuk memantau titik-titik hilir yang berpotensi menjadi lokasi korban terbawa arus.
Sementara itu, sepeda motor milik korban yang ditemukan di sekitar lokasi menjadi satu-satunya petunjuk yang tersisa.
