Dari sisi teknis, pemerintah kota juga mempertimbangkan skema Minimum Guaranteed Revenue (MGR). Dalam mekanisme tersebut, pemerintah daerah menyiapkan dana deposit untuk menutup selisih antara pendapatan tiket yang diperoleh maskapai dengan biaya operasional penerbangan. Dari gambaran awal, kebutuhan dana diperkirakan berkisar Rp170 juta hingga Rp200 juta untuk satu kali penerbangan. (Ayu Sabrina)
Serius Reaktivasi Bandara, Pemkot Tasikmalaya Masih Kurang Sat-Set
