Ironi Guru RA Kota Tasikmalaya: Mengajar Generasi Emas, Gaji Masih Tipis Rp 200 Ribu Per Bulan

gaji guru RA di Kota Tasikmalaya hanya Rp200 ribu
Ratusan guru Raudhatul Athfal (RA) dari berbagai wilayah di Kota Tasikmalaya memadati Gedung Dakwah, Selasa (10/3/2026). Taufiq Zidan / Radar Tasikmalaya
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Sekitar 900 guru Raudhatul Athfal (RA) dari berbagai wilayah di Kota Tasikmalaya memadati Gedung Dakwah, Selasa (10/3/2026).

Mereka mengikuti Halaqoh Akbar yang digelar Pengurus Daerah Ikatan Guru Raudhatul Athfal (IGRA) Kota Tasikmalaya.

Kegiatan yang dirangkai dengan seminar penguatan mental dan ketahanan emosional itu menjadi ruang refleksi bagi para guru RA yang selama ini bekerja dengan dedikasi tinggi, namun kerap dibarengi realitas kesejahteraan yang masih jauh dari kata ideal.

Baca Juga:UMB Dorong Mahasiswa Jadi Generasi AntikorupsiNIF Ciamis Jadi Laboratorium Lapangan Mahasiswa Unsoed

Ketua PD IGRA Kota Tasikmalaya, Siti Nuryani, menjelaskan bahwa Halaqoh Akbar ini merupakan agenda tahunan organisasi. Tahun ini menjadi penyelenggaraan kedua setelah sebelumnya digelar pada tahun lalu.

“Ini kegiatan tahunan IGRA. Tahun kemarin sudah dilaksanakan, dan hari ini kembali digelar. Kegiatan halaqoh ini kita satukan dengan seminar penguatan mental dan ketahanan emosional bagi guru RA,” ujarnya kepada Radar.

Ia menyebut tema yang diangkat yakni “Merawat Jiwa, Menjaga Amanah: Spirit Guru RA untuk Pendidikan yang Penuh Cinta.”

Tema tersebut dipilih untuk menguatkan kembali semangat para pendidik anak usia dini yang sehari-hari mengabdikan diri di ruang kelas sederhana, dengan tantangan yang tidak ringan.

Menurutnya, beban kerja guru RA sejatinya tidak berbeda dengan guru TK atau guru pada jenjang lain. Namun dalam praktiknya, kesejahteraan yang diterima masih terpaut jauh.

“Kita tahu guru RA punya beban yang sama dengan guru lain. Tetapi keberpihakan dan kesejahteraan dari pemerintah masih berbeda. Ada yang gajinya hanya sekitar Rp200 ribu per bulan, tapi mereka tetap bertahan dan ikhlas mendidik anak-anak,” katanya.

Ia mengakui bahwa dalam kondisi tersebut, rasa lelah dan kejenuhan sebagai manusia biasa tentu tidak bisa dihindari.

Baca Juga:RS Jasa Kartini Tasikmalaya Kembangkan Layanan Digitalisasi Sekda Umumkan Agenda Libur Panjang Lebaran ASN Kota Tasikmalaya, Tapi Ingatkan hal ini 

Karena itu, kegiatan halaqoh di bulan Ramadan ini diharapkan menjadi penguat spiritual bagi para guru.

“Mudah-mudahan materi hari ini bisa menjadi penyembuh dan penguat jiwa para guru RA di Kota Tasikmalaya. Setelah keluar dari ruangan ini, spiritnya tumbuh kembali dan keikhlasannya kembali kuat,” tuturnya.

0 Komentar