RADARTASIK.ID – Suasana panas mengiringi persiapan AC Milan jelang laga besar pekan ke-31 Serie A melawan Napoli.
Pertandingan yang akan digelar Selasa (7/4) pukul 01.45 WIB itu menjadi sorotan, bukan hanya karena pentingnya laga di papan atas klasemen, tetapi juga karena keputusan kontroversial yang melarang kehadiran suporter Rossoneri dari wilayah Lombardia.
Larangan tersebut langsung memicu reaksi keras dari kelompok suporter garis keras Milan, Curva Sud Milano.
Baca Juga:Jelang Laga Lawan Napoli, Allegri Tak Mau Bicarakan Scudetto: Perburuan Gelar Masih Berada di Tangan InterInter Milan vs AS Roma: Chivu Akui Tim Gasperini Tak Mudah Dihadapi
Sebagai bentuk protes, ribuan tifosi mendatangi pusat latihan Milan di Milanello untuk menunjukkan dukungan sekaligus menyuarakan kekecewaan mereka kepada pihak berwenang.
Dalam pernyataan resminya, Curva Sud menyebut keputusan tersebut sebagai tindakan yang tidak masuk akal dan tidak memiliki dasar yang jelas.
Mereka menilai larangan ini hanyalah cara mudah bagi otoritas untuk menghindari tanggung jawab dalam mengelola keamanan pertandingan.
“Seperti yang semua orang tahu, ini adalah keputusan gila yang kembali diambil tanpa logika. Mereka yang tidak mampu mengelola ketertiban umum justru memilih melarang perjalanan suporter tanpa alasan nyata, dengan berlindung di balik dalih ‘risiko tinggi terhadap keamanan publik’,” tulis pernyataan tersebut.
Curva Sud juga menyoroti fakta bahwa selama puluhan tahun mereka melakukan perjalanan ke Napoli tanpa masalah berarti.
Namun kini, mereka justru dipaksa tetap di rumah. Dampaknya pun tidak kecil, mulai dari pembatalan puluhan bus, kerugian finansial akibat uang muka yang hangus, hingga perasaan “meninggalkan” tim di laga penting.
Lebih jauh, mereka mengkritik inkonsistensi kebijakan sepak bola Italia.
Di satu sisi, otoritas dan Lega Serie A terus menggaungkan kampanye sepak bola inklusif serta mendorong program loyalitas suporter.
Baca Juga:Permintaan Gasperini Jika Bertahan di AS Roma Musim Depan: Tim Ini Harus DitingkatkanSantiago Gimenez Bertekad Jadi Mesin Gol AC Milan: Kami Punya Delapan Laga Final
Namun di sisi lain, larangan perjalanan justru kerap diberlakukan secara sepihak dan dinilai diskriminatif karena membedakan suporter berdasarkan wilayah tempat tinggal.
Karena larangan tersebut, Curva Sud bahkan mengimbau para pendukung Milan yang tinggal di luar Lombardia untuk tidak datang ke stadion sebagai bentuk solidaritas.
Meski demikian, mereka tetap menunjukkan komitmen untuk mendukung tim dengan cara lain.
