Situasi ini menghadirkan ironi tersendiri. Kota Tasikmalaya mulai gemar menyebut diri sebagai kota event, tetapi panggungnya masih sering kebingungan mencari tempat berdiri.
Di tengah rencana sejumlah konser pasca-Lebaran, pekerjaan rumah bagi Pemkot Tasikmalaya tampaknya masih sama: memastikan lampu panggung tidak hanya terang di atas pentas, tetapi juga jelas dalam urusan kebijakan dan fasilitas. (rezza rizaldi)
