“Kalau dibiarkan, ini menambah daftar problematika Kota Tasikmalaya. Jangan acuh-acuh. Harus ada komunikasi yang baik,” sarannya.
Menurutnya, jika pemerintah dianggap abai, bukan tidak mungkin reaksi masyarakat akan muncul dengan sendirinya.
“Kalau masyarakat sudah bergerak, mau apa? Karena kesalahan dibuat oleh top leader. Ini tidak bagus,” jelasnya.
Baca Juga:Ramadan di Kota Tasikmalaya Relatif Kondusif, Satlantas Turunkan 100 Personel Tiap Hari Tekan Balapan LiarMusisi Soroti Minimnya Venue Konser di Kota Tasikmalaya, Panggung Hiburan Masih “Nebeng” Tempat
Ia pun menutup pernyataannya dengan pesan agar pemerintah lebih serius membaca situasi sosial masyarakat.
“Kita ini mestinya banyak istighfar. Orang mau perang, kita malah bikin joget dengan ura-ura hiburan. Sudah, berhentilah. Sekarang pemerintah harus tegas,” tukasnya.
Konser ini bertajuk Melepas Penat Tasikmalaya dan dijadwalkan berlangsung pada 28 Maret 2026 di Eks Terminal Cilembang, Kota Tasikmalaya.
Acara tersebut akan menghadirkan sejumlah musisi, di antaranya Denny Caknan, grup musik Guyon Waton, serta penyanyi religi Haddad Alwi. Event ini diselenggarakan oleh Shaolin Music, event organizer asal Cilacap.
Konsep konser menggabungkan dangdut koplo, pop Jawa, hingga musik Islami. Namun waktu pelaksanaannya yang berdekatan dengan momen Lebaran kini mulai memantik perdebatan di ruang publik Kota Tasikmalaya. (rezza rizaldi/red)
