“Melalui santunan dan khotmil Quran ini mudah-mudahan menjadi teladan bagi kami untuk terus memberikan manfaat bagi masyarakat,” katanya.
Komunitas Vespa memang punya karakter sendiri. Solidaritasnya kuat. Kadang terlihat dari hal kecil: saling membantu saat motor mogok di jalan.
Tapi kadang juga terlihat dari hal besar:
seperti kegiatan sosial. Di Tasikmalaya sore itu, Vespa tidak hanya menjadi kendaraan. Ia menjadi alat untuk berbagi. Mesinnya mungkin tua. Tapi semangat para pengendaranya terasa muda.
Baca Juga:Dari Ring ke Aksi Sosial: Indoboxing Santuni dan Buka Puasa Bersama 243 Anak Yatim Kota TasikmalayaViman Sentil Kadiskominfo Kota Tasikmalaya: Jangan Bangun “Rumah Digital” Tapi Isinya Kosong
Dan di bulan Ramadan, suara Vespa itu seperti membawa satu pesan sederhana. Berbagi tidak selalu harus besar. Kadang cukup dari patungan teman-teman yang kompak. Lalu dibagikan dengan hati yang lapang. (red)
