“Bukan anti minjam. Kalau ada pinjaman, harus untuk yang produktif, investasi. Bukan untuk belanja yang habis begitu saja,” tegasnya.
Untuk sementara, strategi yang dilakukan Pemkot Tasikmalaya adalah mengatur manajemen kas dan memprioritaskan pengeluaran yang langsung bersentuhan dengan kebutuhan masyarakat.
Dengan kata lain, di tengah dinamika fiskal daerah, Pemkot Tasikmalaya sedang memainkan strategi “rem dan gas” anggaran—mengatur ritme belanja agar kas tetap sehat tanpa mengorbankan kebutuhan publik.
Baca Juga:Alumni SMAN 1 Tasikmalaya Perkuat Solidaritas Lewat Ratusan Paket RamadanUlama Turun ke Pengadilan, Dukung Polisi Berantas Miras di Kota Tasikmalaya
Keputusan final terkait pembayaran THR ASN sendiri dipastikan akan diumumkan dalam waktu dekat setelah pembahasan internal rampung. (rezza rizaldi)
