Legenda AC Milan Tak Mau Lagi Nonton Sepak Bola Usai Saksikan Duel Arsenal vs Chelsea

Ruud Gullit
Ruud Gullit Tangkapan layar Instagram@ruudgullit
0 Komentar

“Saya tidak lagi merasa senang menonton sepak bola. Semua pemain hanya menjalankan tugas mereka. Di mana para pemain yang bisa menggiring bola? Di mana pemain yang punya keberanian?” tanyanya.

Gullit juga mengkritik gaya permainan yang terlalu bergantung pada operan pendek tanpa variasi.

“Kenapa semuanya hanya terus mengoper bola? Umpan, umpan, dan umpan lagi. Sepak bola sekarang sangat membosankan dan tidak lagi menghibur,” tegasnya.

Baca Juga:Allegri Senjata Rahasia AC Milan untuk Menyalip Inter dan Memenangkan ScudettoAndrea Ranocchia: Scudetto dalam Genggaman Inter Jika Kalahkan AC Milan, Jika Tidak…

Sebagai salah satu ikon sepak bola dunia, pendapat Gullit tentu menarik perhatian. Ia merupakan salah satu pemain terbaik pada masanya dan memiliki karier gemilang bersama sejumlah klub besar Eropa.

Gullit pernah memperkuat klub-klub ternama seperti Feyenoord, PSV Eindhoven, AC Milan, Sampdoria, hingga Chelsea.

Bersama Milan, ia meraih berbagai gelar bergengsi dan menjadi bagian penting dari era kejayaan Rossoneri pada akhir 1980-an.

Selain sukses sebagai pemain, Gullit juga sempat menjalani karier sebagai pelatih. Ia pernah menangani sejumlah klub, termasuk Chelsea, Newcastle United, Feyenoord, LA Galaxy, dan Terek Grozny.

Kini, setelah pensiun dari dunia kepelatihan, Gullit lebih dikenal sebagai analis sepak bola. Ia kerap memberikan pandangan berbeda yang sering kali berseberangan dengan opini umum.

Meski demikian, kritik tajamnya terhadap sepak bola modern menunjukkan betapa besarnya kerinduan sang legenda terhadap permainan yang lebih bebas, kreatif, dan penuh hiburan seperti yang pernah ia rasakan pada masa kejayaannya.

0 Komentar