TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – SD Islam Al Misbah menggelar kegiatan pesantren kilat Ramadan yang berlangsung pada 4 hingga 13 Maret 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya sekolah dalam mengisi bulan suci dengan aktivitas pembinaan keagamaan yang tidak hanya menambah pengetahuan, tetapi juga menanamkan nilai-nilai karakter pada para siswa.
Kepala SD Islam Al Misbah, Riva Fuad Fauzi SPdI, mengatakan pesantren kilat tersebut dirancang untuk meningkatkan pemahaman agama sekaligus membentuk karakter dan memperkuat spiritualitas siswa sejak dini.
“Melalui kegiatan pesantren kilat ini kami ingin meningkatkan pemahaman agama siswa, sekaligus membentuk karakter dan meningkatkan spiritualitas mereka, khususnya di momentum bulan Ramadan yang penuh berkah,” ujarnya.
Baca Juga:Jasa Tukar Uang Bertebaran di Medsos, Nukar Rp100 Ribu Kena Biaya Rp 25 RibuTransfer Pejabat Pemkab Tasik Tahun Ini: Pintu yang Sulit Diketuk (part 3-habis)
Selama kegiatan berlangsung, para siswa mengikuti berbagai aktivitas keagamaan yang disusun secara bertahap dan terarah. Kegiatan dimulai dengan sholat dhuha berjamaah, dilanjutkan dengan pembelajaran adab belajar serta pembacaan doa-doa harian.
Selanjutnya, siswa juga mengikuti tadarus Al-Qur’an, pembelajaran Juz Amma, serta pengenalan huruf hijaiyah dan harokat bagi siswa yang masih dalam tahap dasar membaca Al-Qur’an. Kegiatan tersebut dirancang agar siswa tidak hanya mampu membaca, tetapi juga semakin dekat dengan Al-Qur’an.
Tak hanya itu, dalam pesantren kilat ini para siswa juga melakukan muroja’ah berbagai bacaan penting dalam ibadah. Mulai dari niat shaum, doa berbuka puasa, niat sholat tarawih, niat sholat witir, niat zakat fitrah, hingga niat sholat Idul Fitri. Siswa juga mempelajari bacaan sholat beserta artinya agar mereka dapat memahami makna dari setiap bacaan yang dilafalkan.
Riva menambahkan, pada pelaksanaan tahun ini terdapat metode pembelajaran yang berbeda dibandingkan tahun sebelumnya. Sekolah menghadirkan materi kisah nabi dan sahabat yang disampaikan melalui kegiatan nonton bareng menggunakan smart TV atau infokus.
“Dengan metode ini siswa dapat lebih tertarik mengikuti pembelajaran. Kisah nabi dan sahabat kami sajikan secara visual agar lebih mudah dipahami sekaligus menjadi teladan bagi mereka,” katanya.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, pihak sekolah berharap nilai-nilai keagamaan yang diperoleh selama pesantren kilat tidak berhenti hanya selama program berlangsung, tetapi juga dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
