Usai Lebaran, Tasikmalaya Melepas Penat: Kolaborasikan Dangdut Koplo dan Musik Religi dalam Satu Panggung!

konser dangdut koplo dan musik religi di Tasikmalaya setelah Lebaran
Pamflet konser bertajuk Melepas Penat Tasikmalaya akan digelar di Eks Terminal Cilembang pada 28 Maret 2026. istimewa for radartasik.id
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Usai Lebaran nanti, tepatnya pada 28 Maret 2026. Kota Tasikmalaya tidak memilih jeda.Tidak memilih hening. Justru memilih musik.

Sebuah konser bertajuk “Melepas Penat Tasikmalaya” akan digelar di Eks Terminal Cilembang. Lokasi yang dulu identik dengan keberangkatan dan kepulangan, kini berubah fungsi, tempat orang meluapkan rasa.

Yang menarik bukan hanya waktunya usai Lebaran— tetapi kolaborasinya. Dangdut koplo bertemu Nasheed. Pop Jawa bersalaman dengan musik Islami. Riuh berpadu khusyuk.

Baca Juga:Uang Baru Lebaran di Kota Tasikmalaya Berebut Slot Aplikasi, Offline Masih Ramai DicariPromotor Menjerit, Pajak Hiburan Kota Tasikmalaya Bocor: Pemerintah Hadir saat Narik, Absen Ngurus Venue

Denny Caknan dijadwalkan hadir. Penyanyi Pop Jawa dan Dangdut Koplo asal Ngawi itu bukan nama kecil. Lagunya seperti “Kartonyono Medot Janji”, “Los Dol”, dan “Satru” sudah lebih dulu mengisi ruang-ruang hiburan banyak orang.

Liriknya jujur. Musiknya membumi. Ia menyanyi tentang patah, rindu, dan janji—tanpa perlu berteriak.

Bersamanya, Guyon Waton. Grup musik Pop Jawa yang akrab dengan telinga generasi muda. Mereka membawa dangdut koplo yang ringan, akustik yang ramah, dan bahasa Jawa yang apa adanya. Tentang cinta. Tentang persahabatan. Tentang hidup yang sering kali tidak lurus.

Dan di antara semua itu, hadir Haddad Alwi. Nama yang lain sendiri nadanya. Ia datang membawa Nasheed dan musik Islami. Puji-pujian. Rindu spiritual. Nada yang mengajak berhenti sejenak.

“Rindu Muhammadku”, “Muhammad Nabiku”, hingga “Marhaban Ya Ramadhan”. Lagu-lagu yang tidak menuntut tepuk tangan, tapi mengundang perenungan.

Kolaborasi ini unik. Bahkan berani. Usai Lebaran, saat orang masih menjaga perasaan—Tasikmalaya memilih melepas penat tanpa meninggalkan nilai.

Yang menyelenggarakan adalah Shaolin Music, event organizer asal Cilacap.

Bukan dari Tasikmalaya. Tapi datang membawa konsep yang tahu betul pasar kota ini: religius, tapi ingin bersenang-senang. Santun, tapi tetap ingin bernyanyi keras.

Baca Juga:Aliansi P3K Paruh Waktu Kota Tasikmalaya Tebar Takjil di Padayungan, Tetap Bergerak di Tengah Isu PenghapusanRamadan Festival Kampus: UMB Sulap Bulan Puasa Jadi Arena Lomba, Bazar, dan Ngabuburit Produktif

Tasikmalaya memang sedang berada di fase itu. Haus hiburan, tapi tidak ingin kehilangan identitas. Eks Terminal Cilembang kembali jadi saksi. Bukan lagi deru mesin bus. Melainkan suara manusia—bernyanyi, bershalawat dan bertepuk tangan.

0 Komentar