Indonesia Bukan Kandidat Terkuat Gantikan Iran di Piala Dunia

Timnas Indonesia Gagal Lolos Piala Dunia 2026
Timnas Indonesia Gagal Lolos Piala Dunia 2026, Ketum PSSI: Kami Memohon Maaf. (Foto: PSSI)
0 Komentar

RADARTASIK.ID – Memanasnya konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran memicu kekhawatiran terhadap agenda Piala Dunia 2026.

Serangan militer Amerika Serikat ke Teheran yang dibalas Iran membuat situasi di Timur Tengah kian tidak menentu dan dampaknya mulai merembet ke dunia sepak bola.

Seperti dilaporkan Corriere dello Sport, ada kemungkinan serius bahwa Iran terancam tidak bisa berpartisipasi di Piala Dunia 2026, yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

Baca Juga:Ruud Krol: Lukaku Senjata Napoli Segel Tiket Liga ChampionsLa Gazzetta: Fabregas Pake Jurus Bodo/Glimt untuk Kalahkan Inter

Presiden Federasi Sepak Bola Iran, Mehdi Taj, bahkan mengakui ketidakpastian tersebut.

Dalam wawancara dengan media lokal Varzesh3, ia menyatakan bahwa setelah serangan terbaru, sulit membicarakan Piala Dunia dengan penuh optimisme.

Iran sendiri tergabung di Grup G dan dijadwalkan memainkan tiga laga fase grup di Amerika Serikat, tepatnya di Los Angeles dan Seattle.

Secara teori, Iran bahkan berpotensi bertemu tuan rumah Amerika Serikat di babak 16 besar jika kedua tim finis sebagai runner-up grup masing-masing.

Namun skenario itu kini tertutup bayang-bayang ketidakpastian politik, termasuk soal kemungkinan pemberian visa oleh pemerintah AS kepada delegasi Iran.

Jika Iran dipaksa mundur atau didiskualifikasi, konsekuensinya bisa dianggap sebagai bentuk boikot.

Berdasarkan Pasal 6.2 regulasi FIFA untuk Piala Dunia 2026, langkah tersebut dapat berujung sanksi ekonomi dan olahraga, termasuk potensi larangan tampil di ajang internasional mendatang.

Lalu siapa yang berpeluang menggantikan Iran?

Baca Juga:Zazzaroni Bantah Serie A Liganya Marotta: Inter Kehilangan Dua Scudetto dalam Tiga Musim TerakhirMedia Italia: Inter dan Juventus Bersaing Datangkan Alisson Becker

Menurut laporan Tuttosport, keputusan sepenuhnya berada di tangan FIFA. Namun kandidat terkuat bukanlah Indonesia.

Dua nama yang paling masuk akal adalah Iraq Uni Emirates.

Irak dan Uni Emirat Arab merupakan tim dengan performa dan peringkat terbaik di fase akhir kualifikasi zona Asia (Putaran 4) yang belum mengamankan tiket otomatis.

Keduanya melaju ke babak play-off Asia (Putaran 5), sehingga secara regulasi dan prestasi lebih layak dipertimbangkan sebagai pengganti.

Sementara itu, Indonesia dipastikan bukan kandidat kuat.

Langkah Timnas Indonesia telah terhenti di putaran sebelumnya dan tidak berada dalam posisi klasemen yang memungkinkan promosi langsung menggantikan tim yang sudah lolos.

Rumor yang sempat beredar di media sosial pun tidak memiliki dasar regulasi yang kuat.

0 Komentar