La Gazzetta: Fabregas Pake Jurus Bodo/Glimt untuk Kalahkan Inter

Cesc Fabregas
Cesc Fabregas Foto: Tangkapan layar Instagram@comofootball
0 Komentar

RADARTASIK.ID – Como 1907 bersiap menghadapi ujian besar saat menjamu Inter Milan pada leg pertama semifinal Coppa Italia di Stadio Sinigaglia, Rabu (4/3).

Meski di atas kertas Nerazzurri jelas lebih diunggulkan, pelatih Como, Cesc Fabregas sudah menyiapkan pendekatan tak biasa demi mencoba menjegal raksasa Serie A tersebut.

Inter datang dengan status favorit. Mereka memimpin klasemen liga dengan keunggulan 10 poin dan memenangi 13 dari 14 laga terakhir di Serie A.

Baca Juga:Dirayu Giorgio Chiellini, Vlahovic Bisa Bertahan di JuventusPresiden dan Pelatih Corinthians Tak Ijinkan Andre Gabung AC Milan: Rossoneri Ancam Tempuh Jalur Hukum

Konsistensi dan kedalaman skuad membuat tim asuhan Chivu dianggap sebagai kekuatan paling stabil di Italia saat ini.

Namun Fabregas tak kehabisan ide. Menurut laporan La Gazzetta dello Sport, pelatih asal Spanyol itu terinspirasi oleh pendekatan taktis dan metodologi klub Norwegia, Bodo/Glimt.

Tim tersebut sukses menyingkirkan Inter di fase play-off Liga Champions dengan agregat 5-2, menang baik di kandang maupun tandang—hasil yang mengejutkan banyak pihak.

Kekalahan itu rupanya memberi pelajaran berharga. Fabregas disebut mempelajari secara detail metode kerja Bodo/Glimt, bahkan mengundang staf mereka untuk makan siang pekan lalu.

Ia ingin memahami lebih dalam bagaimana klub Norwegia tersebut menjaga intensitas, kebugaran, dan organisasi permainan.

Fokus utama Fabregas bukan hanya pada taktik, tetapi juga sains olahraga.

Ia berdiskusi dengan ahli gizi dan staf kebugaran Bodo/Glimt untuk mengetahui cara mereka mempersiapkan pemain agar selalu berada di level fisik optimal.

Baca Juga:Florenzi Sarankan AC Milan Pakai Formasi 4-3-3 saat Hadapi Inter: Leao Cocok untuk Serangan Balik CepatBastoni Diincar Liverpool dan Barcelona, Inter Patok Harga Minimal Rp1,5 Triliun

Baik Como maupun klub Norwegia itu diketahui menggunakan aplikasi khusus untuk memantau asupan makanan pemain, termasuk saat hari libur.

Setiap detail nutrisi dicatat guna memastikan kondisi fisik tetap terkontrol.

Tak berhenti di situ, dalam beberapa hari terakhir Fabregas juga meminta manajemen Como memasang layar besar di pusat latihan.

Tujuannya agar ia bisa menampilkan pergerakan pemain secara real-time menggunakan drone yang terbang di atas lapangan.

Dengan teknologi tersebut, ia dapat langsung mengoreksi posisi dan pergerakan tim saat sesi latihan berlangsung.

Pendekatan ini mengingatkan pada metode yang pernah diterapkan Luis Enrique di Paris Saint-Germain.

Musim lalu, PSG tampil dominan dan bahkan membantai Inter 5-0 di final Liga Champions. Bagi Fabregas, detail kecil bisa menjadi pembeda besar saat menghadapi tim dengan kualitas di atas kertas.

0 Komentar