TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID — Pemerintah Kota Tasikmalaya terus memacu optimalisasi layanan transportasi udara di Bandara Wiriadinata.
Langkah ini merupakan tindak lanjut arahan Wali Kota usai audiensi dengan Kepala UPBU Cakrabhuwana Cirebon Kementerian Perhubungan pada 17 Desember 2025 serta hasil rapat koordinasi lanjutan di lingkungan Pemkot Tasikmalaya pada 20 Februari 2026.
Upaya konkret dilakukan dengan menggelar audiensi bersama manajemen maskapai Citilink pada Rabu (25/2/2026) di Citilink Management Building, kawasan Bandara Internasional Soekarno-Hatta.
Baca Juga:Kota Tasikmalaya Digetarkan Satu Aspal, Sejuta Kebaikan: STC dan Kapolres Santuni Ratusan Anak YatimRaker PSSI Kota Tasikmalaya Tanpa Kongres, Mesin Kompetisi Dipanaskan dari Usia 10 Tahun sampai Veteran 40+
Tak berhenti di situ, rombongan Pemkot Tasikmalaya juga dijadwalkan melakukan konsultasi dengan Direktorat Jenderal Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri di Jakarta pada Kamis (26/2/2026) guna memastikan skema pembiayaan dan dukungan kebijakan berjalan selaras.
Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Diky Candra mengatakan, pembukaan kembali penerbangan di Bandara Wiriadinata akan sangat strategis jika dikaitkan dengan pengembangan MICE (meeting, incentive, convention, exhibition) dan sektor pariwisata Priangan Timur.
“Bila akhirnya bisa dibuka kembali sangat baik. Apalagi kalau ada shelter armada darat untuk MICE dan wisata ke wilayah kabupaten-kota di Priangan Timur,” ujar Diky, Minggu (29/2/2026).
Menurutnya, kunci utama agar bandara kembali hidup bukan hanya soal pesawat mendarat, tetapi soal penumpang yang mau terbang.
Karena itu diperlukan kerja sama antarpemerintah daerah (G to G) di wilayah Priangan Timur serta sistem promosi yang terarah.
“Kota Tasikmalaya memang tidak punya wisata alam, tapi Priangan Timur kaya akan destinasi alam. Kota ini harus menguatkan fungsi sebagai epicentrum dan kota event. Kalender event lokal harus naik kelas ke tingkat regional bahkan nasional,” katanya.
Diky juga mendorong pemerintah pusat dan pemerintah provinsi untuk lebih aktif mempromosikan akses Priangan Timur melalui jalur udara dengan Kota Tasikmalaya sebagai pintu masuknya.
Baca Juga:Ramadan Berkah, Kadin Kota Tasikmalaya dan Arfan Foundation Kucurkan Bantuan Rp100 JutaRamadan di Tasikmalaya, PNM dan Gandara Group Tebar 1.000 Paket Takjil di Tiga Titik
“Pempus (Pemerintah Pusat) dan Pemprov perlu turun ke wilayah Ciamis, Banjar, Kabupaten Tasikmalaya, Garut, untuk memahami potensi daerah. Akses yang dipromosikan adalah via udara, yakni lewat Kota Tasikmalaya,” bebernya.
Terkait kekhawatiran penggunaan APBD dengan nilai besar seperti pada masa penjabat wali kota sebelumnya yang disebut-sebut mencapai Rp1,5 miliar, Diky mengaku tidak terlibat langsung dalam aspek teknis pembiayaan.
