Ketidakharmonisan sempat terlihat saat bursa transfer musim dingin, termasuk dalam kasus upaya perekrutan Jean-Philippe Mateta yang akhirnya batal terealisasi.
Di tengah situasi tersebut, Allegri berusaha menjaga fokus tim. Pelatih asal Livorno itu dikenal dekat dengan skuad dan seluruh staf klub.
Namun, beberapa rekomendasinya terkait profil pemain pada bursa transfer musim panas maupun musim dingin lalu disebut tidak sepenuhnya diakomodasi.
Baca Juga:Tertarik Gabung AC Milan, Casemiro Hubungi Luka ModricHasil Undian Liga Champions dan Liga Europa: Atalanta vs Bayern Munchen, AS Roma Lawan Bologna
Allegri memiliki ambisi jelas: membawa Milan kembali bersaing serius di Liga Champions, kompetisi yang menjadi bagian tak terpisahkan dari sejarah besar klub.
Ia disebut tidak ingin energi tim terkuras oleh tarik-menarik kepentingan di level manajemen.
Pada akhir musim nanti, Allegri dikabarkan akan bertemu dengan jajaran direksi untuk membahas arah proyek jangka panjang.
Ia menginginkan kejelasan soal pemain inti yang dipertahankan, siapa yang bisa dilepas, serta profil rekrutan yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan taktiknya.
Bagi Milan, ini bukan sekadar soal perbedaan pendapat internal. Stabilitas manajerial menjadi fondasi penting untuk mewujudkan ambisi Eropa.
Jika gesekan terus berlanjut, revolusi lain di tubuh klub bukan tidak mungkin terjadi—sesuatu yang justru berpotensi menghambat mimpi kembali mengangkat trofi Liga Champions.
