RADARTASIK.ID – Presiden FC Barcelona, Joan Laporta, mengungkap fakta mengejutkan terkait masa depan bintang muda mereka, Lamine Yamal.
Ia menyebut Barcelona pernah menolak tawaran fantastis sebesar €250 juta dari Paris Saint-Germain untuk sang pemain.
Jika dikonversi dengan kurs €1 = Rp17.000, nilai tersebut setara dengan Rp4,25 triliun—angka yang bisa mengubah nasib finansial klub mana pun di dunia.
Baca Juga:Mantan Pelatih AC Milan: Penghargaan Perdamaian untuk Trump Aib Bagi SepakbolaTersingkir dari Liga Champions: Inter, Atalanta dan Juventus Kehilangan Dana Segar Rp561 Miliar
Pernyataan itu disampaikan Laporta dalam acara peluncuran bukunya berjudul Així hem salvat el Barça (“Beginilah Cara Kami Menyelamatkan Barça”).
Dalam kesempatan tersebut, Laporta mengenang salah satu keputusan terbesar sepanjang masa kepemimpinannya: mempertahankan Yamal di tengah krisis keuangan klub.
Kisah ini bermula pada musim 2023/2024, ketika Yamal menjalani musim debut yang luar biasa bersama tim utama Barcelona di bawah asuhan Xavi Hernandez.
Penampilan eksplosifnya di usia yang masih 16-17 tahun langsung menarik perhatian klub-klub elite Eropa.
PSG, yang saat itu baru kehilangan Kylian Mbappe ke Real Madrid, bergerak cepat mencari ikon baru untuk lini serang mereka.
Presiden PSG, Nasser Al-Khelaifi, menjadikan Yamal sebagai target utama.
Minat tersebut semakin menguat setelah Yamal tampil gemilang di Piala Eropa bersama tim nasional Spanyol.
Turnamen itu membuat reputasinya melesat sebagai salah satu talenta terbaik generasi baru sepak bola dunia.
Baca Juga:Pelatih Bodo/Glimt Minta Inter Milan Tak Sibuk Cari Alasan kalau KalahLaporan Keuangan Juventus Dapat Nilai Merah: Laba Turun, Utang Naik Hampir Rp320 Miliar
PSG pun meningkatkan tawaran hingga mencapai €250 juta atau Rp4,25 triliun. Namun Barcelona tak bergeming.
Laporta mengakui keputusan itu tidak mudah, apalagi kondisi finansial Barcelona saat itu masih dalam fase pemulihan serius.
“Ketika PSG menawarkan €250 juta untuk Lamine Yamal dan kami menolaknya, dia baru berusia 17 tahun. Banyak yang mengira kami gila,” ujar Laporta.
Memang, pada periode tersebut Barcelona tengah menghadapi tekanan finansial berat, pembatasan gaji pemain, hingga kesulitan mendaftarkan kontrak baru.
Tawaran sebesar Rp4,25 triliun tentu bisa menjadi solusi instan untuk memperbaiki neraca keuangan klub.
Namun manajemen Blaugrana memilih bertaruh pada masa depan.
Keputusan itu kini terlihat visioner. Sejak penolakan tersebut, Yamal terus berkembang pesat dan menjadi pilar utama Barcelona.
