RADARTASIK.ID – Como mencetak sejarah dengan menyingkirkan Napoli lewat drama adu penalti untuk melaju ke semifinal Coppa Italia 2025/26.
Bermain di Stadion Diego Armando Maradona, pasukan Cesc Fabregas menunjukkan mental baja sebelum akhirnya menang 8-7 dalam babak tos-tosan.
Pahlawan kemenangan Como tak lain adalah kiper Maxime Butez yang melakukan penyelamatan krusial atas eksekusi penalti terakhir Stanislav Lobotka.
Baca Juga:Allegri Minta Penyerang yang Bisa Cetak 20 Gol, Ini Daftar 3 Striker Incaran AC MilanJadi Incaran Teratas Inter Milan, Dortmund Patok Harga Rp510 Miliar untuk Daniel Svensson
Momen itu memastikan langkah Azzurri terhenti dan membawa Como menghadapi Inter di babak semifinal.
Seperti biasa Como tampil berani sejak awal. Mereka membuka keunggulan pada menit ke-38 melalui eksekusi penalti Martin Baturina.
Gol tersebut membuat publik tuan rumah terdiam. Namun, Napoli bangkit selepas jeda.
Pelatih Antonio Conte sukses membakar semangat anak asuhnya, dan hasilnya langsung terlihat di awal babak kedua.
Baru satu menit babak kedua berjalan, tepatnya menit ke-46, Vergara mencetak gol penyeimbang.
Skor 1-1 bertahan hingga 90 menit pertandingan usai, memaksa laga ditentukan lewat adu penalti.
Dalam babak penentuan, Napoli justru gagal menjaga ketenangan. Romelu Lukaku dan Stanislav Lobotka gagal menjalankan tugasnya sebagai algojo.
Baca Juga:Siapa Antonio Arena? Striker Muda AS Roma yang Mengidolai Ronaldo sang FenomenaSiapa yang Akan Lolos ke Liga Champions Jika Juventus dan AS Roma Miliki Poin Sama?
Sementara di kubu Como, hanya Perrone yang tidak mampu mencetak gol. Sisanya tampil sempurna dan memastikan kemenangan bersejarah.
Usai laga, Cesc Fabregas tak bisa menyembunyikan kebanggaannya. Namun, ia tetap berusaha menjaga euforia timnya.
“Ini pencapaian bersejarah dan momen yang indah. Tapi Sabtu kami punya pertandingan penting lainnya. Euforia harus kami simpan sampai akhir musim. Sepuluh menit untuk musik dan perayaan, setelah itu kembali membumi. Kami ingin tiga poin di laga berikutnya,” ujar Fabregas kepada Sportmediaset.
Mantan gelandang Barcelona dan Arsenal itu juga mengakui sempat cemas ketika Ramon hampir mendapat kartu merah kedua.
“Saya takut dia akan mendapat kartu merah. Jika itu terjadi, laga berikutnya dia pasti absen. Ramon masih muda dan kurang pengalaman. Dia tidak merasakan tekanan karena usianya masih muda. Keputusan menariknya keluar sudah tepat, karena jika kami bermain dengan 10 orang akan sangat sulit,” jelasnya.
