Uang Baru Rp 2 Triliun Tersendat Aplikasi, DPRD Kota Tasikmalaya: Jangan Sampai Lebaran Jadi Ajang Adu Sinyal

penukaran uang baru lewat aplikasi di Kota Tasikmalaya
Ilustrasi warga kesulitan mendapatkan uang baru via aplikasi. olah digital AI/GeminiĀ 
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID — Niat baik Bank Indonesia menebar uang baru sekitar Rp 2 triliun di wilayah Tasikmalaya dan sekitarnya justru berujung keluhan massal.

Masyarakat yang ingin menukar uang baru untuk kebutuhan Lebaran dipaksa masuk antrean digital lewat aplikasi.

Hasilnya, bukan sumringah dapat pecahan baru, tapi dahi berkerut karena gagal login.

Baca Juga:Kadin Kota Tasikmalaya Naik Kelas, 11 Pengusaha Digembleng Sandiaga Uno hingga Mimpi IPOPendapatan Konser Musik di Kota Tasikmalaya Sering Bocor, Pemkot Dorong Skema Bayar Pajak di Muka

Anggota Komisi II DPRD Kota Tasikmalaya dari Fraksi PAN, Enan Suherlan, menilai mekanisme berbasis aplikasi belum sepenuhnya berpihak pada realitas warga.

“Ngakses uang baru lewat aplikasi itu kumaha, Kang? Banyak aspirasi karena tidak semua orang punya jaringan yang bagus. Belum lagi tidak semua masyarakat siap dengan teknologi digital,” ujar Enan, Senin (2/3/2026).

Menurut Enan, kebijakan digitalisasi seharusnya tidak menutup akses bagi warga yang kesulitan teknologi. Ia mendorong agar BI menyediakan alternatif layanan manual atau offline.

“Kalau aplikasi jalan, silakan. Tapi harus ada yang offline-nya. Itu diskresi kebijakan BI. Pemerintah itu kan tugasnya pelayanan, bukan bikin warga stres duluan,” katanya.

Ia menegaskan uang baru memiliki dampak psikologis tersendiri bagi masyarakat, terutama menjelang Idul Fitri.

“Uang baru itu beda rasanya. Anak-anak senang, orang dewasa juga senang. Secara psikologis sumringahnya beda. Itu akan mendorong perputaran uang dan daya beli naik,” ucapnya.

Dengan dana Rp 2 triliun untuk wilayah Tasikmalaya dan sekitarnya, Enan mempertanyakan jika seluruh proses hanya mengandalkan aplikasi.

Baca Juga:Gerhana Bulan Total di Ramadan, BHRD Kota Tasikmalaya Ingatkan Warga: Jangan Cuma Foto Tapi ShalatBerkas Tersangka Eksploitasi Anak Dilimpahkan, Polisi Tinggal Menunggu ā€œLampu Hijauā€ Jaksa Kota Tasikmalaya

“Masa harus aplikasi semua? Tidak mungkin semua warga bisa terakses. Solusinya harus jelas,” tegasnya.

Senada, Anggota Komisi II DPRD Kota Tasikmalaya dari Fraksi Golkar, Nurul Awalin, mengaku menerima banyak keluhan warga terkait sistem penukaran uang berbasis aplikasi.

“Banyak keluhan dari warga kita. Uang hampir Rp 2 triliun, tapi warga susah akses aplikasinya. Prinsipnya sederhana, kalau bisa dipermudah kenapa harus dipersulit,” ujarnya.

Keluhan warga sebelumnya membanjiri kolom komentar media sosial Radar Tasikmalaya. Sistem penukaran uang melalui aplikasi PINTAR milik BI dinilai belum ramah bagi semua kalangan.

Seorang warganet menulis, “Abi mah nu hese teh milarian acis na, najan receh ge.”

0 Komentar