Keluhan lain mempertanyakan jadwal penukaran, “Periode 3 kapan dibuka?”
Ada pula yang menyebut tidak ada periode lanjutan, “Cek IG BI, moal aya periode 3.”
Sebagian warga mengaku harus menunggu berjam-jam hanya untuk bisa masuk sistem.
“Nungguan dari jam 8 bisa masuk jam 2. Itupun pas pesan malah keluar sendiri. Berasa war tiket konser BTS,” tulis seorang pengguna.
Baca Juga:Kadin Kota Tasikmalaya Naik Kelas, 11 Pengusaha Digembleng Sandiaga Uno hingga Mimpi IPOPendapatan Konser Musik di Kota Tasikmalaya Sering Bocor, Pemkot Dorong Skema Bayar Pajak di Muka
Akibat sulitnya akses aplikasi, sebagian warga terpaksa menggunakan jasa penukaran tidak resmi dengan biaya tambahan.
Kondisi ini dinilai bertolak belakang dengan tujuan layanan digital yang seharusnya mempermudah.
Keluhan tersebut sampai ke Pemerintah Kota Tasikmalaya.
Sekretaris Daerah Kota Tasikmalaya, Asep Goparullah, mengakui mekanisme penukaran saat ini memang terpaku pada SOP berbasis aplikasi.
“Nanti akan kita komunikasikan dengan BI. Mudah-mudahan selain aplikasi juga ada yang sifatnya manual,” ujarnya saat ditemui di sela kegiatan Ngabatalan di Simpang Lima, Jumat (27/2/2026).
Menurut Asep, layanan manual penting agar kebutuhan masyarakat bisa terpenuhi lebih luas, terutama bagi warga yang kesulitan mengakses sistem digital.
Hingga berita ini masuk dapur redaksi pukul 17.58 WIB, Humas Kantor Perwakilan BI Tasikmalaya belum memberikan tanggapan, meski konfirmasi telah dikirim sejak pukul 13.53 WIB.
Publik kini menunggu kejelasan. Jika solusi tak segera hadir, Lebaran di Kota Tasikmalaya berpotensi melahirkan tradisi baru: bukan lagi antre uang di bank, melainkan antre sinyal dan kuota di layar ponsel.
Baca Juga:Gerhana Bulan Total di Ramadan, BHRD Kota Tasikmalaya Ingatkan Warga: Jangan Cuma Foto Tapi ShalatBerkas Tersangka Eksploitasi Anak Dilimpahkan, Polisi Tinggal Menunggu āLampu Hijauā Jaksa Kota Tasikmalaya
Sebelumnya, Bank Indonesia bersama perbankan se-Jawa Barat kembali menggelar program penukaran uang Rupiah menjelang Ramadan dan Idulfitri 2026.
Program bertajuk Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idulfitri (SERAMBI) 2026 ini resmi diluncurkan oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat, Muhamad Nur.
Dalam keterangannya, Muhamad Nur menyebut Bank Indonesia se-Jawa Barat menyiapkan kebutuhan uang tunai sebesar Rp16,7 triliun untuk periode Ramadan dan Idulfitri (RAFI) 2026.
Dari jumlah itu, wilayah Tasikmalaya kebagian alokasi Rp2,55 triliun, berdampingan dengan BI Jawa Barat sebesar Rp10,29 triliun dan BI Cirebon Rp3,89 triliun.
“Alokasi ini meningkat dibandingkan tahun lalu. Kami ingin masyarakat menjalani Ramadan dan Idulfitri dengan tenang, tanpa drama kekurangan uang kecil saat bagi-bagi THR,” ujar Muhamad Nur dalam keterangan resminya, Kamis (26/2/2026).
