Ia menjelaskan, peningkatan kebutuhan uang tunai tetap diperhitungkan secara adaptif karena transaksi digital terus tumbuh.
Artinya, uang kertas masih penting, tetapi kini hidup berdampingan dengan QR dan transfer—sebuah kompromi antara dompet fisik dan dompet digital.
Untuk mendekatkan layanan kepada masyarakat, Bank Indonesia bersama perbankan membuka 359 titik layanan penukaran di 27 kabupaten/kota se-Jawa Barat, termasuk 285 loket perbankan.
Layanan berlangsung mulai 2 hingga 12 Maret 2026, lebih panjang dibandingkan tahun sebelumnya.
Baca Juga:Kadin Kota Tasikmalaya Naik Kelas, 11 Pengusaha Digembleng Sandiaga Uno hingga Mimpi IPOPendapatan Konser Musik di Kota Tasikmalaya Sering Bocor, Pemkot Dorong Skema Bayar Pajak di Muka
Di wilayah Tasikmalaya, titik penukaran akan ditempatkan di pusat aktivitas publik seperti masjid, terminal, pusat olahraga, hingga rest area jalan tol. (rezza rizaldi)
