Jurnalis Italia: AS Roma Lebih Berpotensi Terjerat Utang Dibandingkan Inter dan Juventus

AS Roma
Ilustrasi AS Roma Tangkapan layar Instagram@officialasroma
0 Komentar

Menurutnya, angka utang total tidak bisa berdiri sendiri tanpa dibandingkan dengan pendapatan klub.

“Salah satu cara menilai kesehatan sebuah perusahaan adalah membandingkan pendapatan dengan utang. Apakah dalam satu tahun pendapatan klub cukup untuk menutup kewajiban utangnya?” jelasnya.

Namun ia mengingatkan bahwa parameter tersebut tidak selalu memberikan gambaran utuh.

Baca Juga:Leverkusen Incar Bintang Primavera Juventus, Inter Butuh Sihir Marotta untuk Datangkan MuharemovicDaftar Tim Serie A dengan Jumlah Utang Terbanyak: Juventus No 1, Inter di Atas AS Roma dan AC Milan

Utang harus disaring dengan melihat piutang dan utang keuangan bersih, yang dinilai lebih mencerminkan kondisi sebenarnya.

Selain Roma, Bellinazzo menyuarakan kekhawatiran terhadap klub-klub menengah dan kecil Serie A.

Banyak di antara mereka bertahan hidup dengan mengandalkan keuntungan dari penjualan pemain, tanpa fondasi pendapatan yang kuat.

Masalah utama terletak pada infrastruktur. Klub-klub yang tidak memiliki stadion modern kesulitan meningkatkan pemasukan dari tiket, komersial, dan aktivitas non-pertandingan.

Akibatnya, ruang untuk berkembang menjadi sangat terbatas.

“Beberapa klub sebenarnya dikelola dengan baik, tetapi tidak bisa tumbuh karena tidak memiliki stadion yang menghasilkan pendapatan. Mereka terpaksa bertahan hanya dengan menjual pemain,” kata Bellinazzo.

Analisis ini menegaskan bahwa ketimpangan finansial di Serie A masih menjadi masalah struktural.

Inter dan Juventus mulai menemukan jalur pemulihan, sementara Roma dan klub-klub di bawahnya berada dalam tekanan yang lebih besar.

Baca Juga:Media Italia Sanjung Penampilan Daniel Maldini: Ia Memberi Warna Baru Lini Depan LazioJuventus Ditahan Imbang Lazio: Spalletti Tuding Wasit Tidak Profesional

Jika tidak diimbangi dengan pertumbuhan pendapatan berkelanjutan, terutama dari infrastruktur dan kompetisi Eropa, risiko jeratan utang akan terus membayangi.

Bagi AS Roma, tantangannya kini bukan hanya bersaing di lapangan, tetapi juga memastikan stabilitas finansial agar tidak tertinggal jauh dari rival-rival utamanya.

0 Komentar