Pernyataan Gasperini semakin tajam ketika ia menyinggung adanya figur-figur dari dunia perwasitan yang kini bekerja di klub, tanpa menyebut nama secara langsung.
“Ada tim-tim yang mulai memiliki orang-orang aneh, datang dari dunia wasit, yang mengajarkan pemain bagaimana tetap tergeletak di lapangan, bagaimana menunggu setelah tersentuh hingga aksi selesai, atau tetap jatuh meski bola sudah dibuang,” ujarnya.
Di akhir pernyataannya, Gasperini menegaskan bahwa praktik semacam itu mencederai nilai kejujuran dalam sepak bola.
Baca Juga:Cetak Kemenangan Bersejarah di Anfield, Guardiola Malah Suruh Pemain City “Ngopi”Jurnalis Italia: AS Roma Lebih Berpotensi Terjerat Utang Dibandingkan Inter dan Juventus
Ia membandingkan sepak bola dengan olahraga lain seperti rugby, yang menurutnya masih menjunjung tinggi sportivitas.
“Sepak bola adalah olahraga yang seharusnya leal. Mencari cara untuk mencuri kartu, penalti, atau kartu merah itu jauh dari nilai olahraga,” katanya.
“De Rossi benar. Jika ia sampai berkata tidak lagi mengenali olahraga yang ia mainkan sejak kecil, itu sangat serius. Tidak ada alasan untuk merendahkan sepak bola menjadi sekadar upaya mencuri keuntungan,” pungkasnya.
Pernyataan Gasperini ini dipastikan akan kembali memantik perdebatan soal integritas wasit dan arah sepak bola Italia, sekaligus memperkuat tekanan terhadap otoritas Serie A untuk melakukan evaluasi menyeluruh.
