AC Milan Belum Menyerah Kejar Scudetto, Leao Anggap Derby Lawan Inter Laga Hidup dan Mati

AC Milan
Ilustrasi AC Milan Foto: Tangkapan layar Instagram@acmilan
0 Komentar

RADARTASIK.ID – Lima hari jelang derby penentuan melawan Inter Milan, suasana di markas AC Milan memanas.

Harapan Scudetto memang tidak lagi sepenuhnya berada di tangan Rossoneri, tetapi menyerah bukanlah pilihan.

Seperti dilaporkan Corriere della Sera, ada kesepakatan internal yang kuat antara pelatih dan para pemain kunci Milan.

Baca Juga:Indonesia Bukan Kandidat Terkuat Gantikan Iran di Piala DuniaRuud Krol: Lukaku Senjata Napoli Segel Tiket Liga Champions

Laga melawan Inter bukan sekadar derby biasa, melainkan pertandingan yang bisa menghidupkan kembali mimpi gelar atau justru mengakhirinya secara definitif.

Milan sadar situasinya jelas: mereka wajib menang. Setelah itu, Rossoneri hanya bisa berharap Inter terpeleset di laga-laga tersisa.

Skenario sulit, tetapi bukan mustahil. Dan di sinilah mentalitas menjadi penentu.

Pelatih Massimiliano Allegri sudah menanamkan pesan sederhana kepada anak asuhnya.

Usai kemenangan di Cremona, Allegri menegaskan satu hal: fokus pada diri sendiri, namun jangan pernah berhenti bermimpi.

“Kita hanya memikirkan diri sendiri. Bermimpi tidak dilarang. Kita harus menikmati momen ini,” begitu kira-kira inti pesan sang allenatore.

Allegri bukan sosok asing dalam perburuan gelar. Ia pernah berada di posisi pemburu maupun yang diburu.

Pengalaman panjangnya memahami tekanan laga besar menjadi modal penting bagi Milan untuk menghadapi Inter, yang saat ini memimpin klasemen dan berada di atas angin.

Baca Juga:La Gazzetta: Fabregas Pake Jurus Bodo/Glimt untuk Kalahkan InterZazzaroni Bantah Serie A Liganya Marotta: Inter Kehilangan Dua Scudetto dalam Tiga Musim Terakhir

Namun, ia juga realistis bahwa Inter masih menjadi kandidat terkuat peraih scudetto musim ini.

“Jika Inter melakukan apa yang harus mereka lakukan, mereka akan memenangkan Scudetto. Tetapi jika mereka kehilangan poin di tengah jalan, kita harus siap merebutnya,” ucapnya dalam beberapa kesempatan terakhir.

Di ruang ganti, para pemain pun sepakat untuk mengerahkan seluruh energi hingga laga terakhir musim ini.

Tidak ada ruang untuk penyesalan. Mereka ingin memastikan bahwa jika Inter tergelincir, Milan sudah siap mengambil kesempatan tersebut.

Salah satu suara paling lantang datang dari Rafael Leao. Penyerang asal Portugal itu mengambil inisiatif membakar semangat tim usai laga melawan Cremonese.

Dengan nada tegas, ia menyebut derby nanti sebagai pertandingan hidup dan mati.

“Ini harus menjadi masalah hidup dan mati. Kita harus menganggapnya sebagai tanggung jawab pribadi,” tegas Leao di hadapan rekan-rekannya.

0 Komentar