TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID —
Penghargaan Universal Health Coverage (UHC) tingkat pratama yang baru saja diraih Kota Tasikmalaya dipamerkan sebagai bukti komitmen pemerintah daerah dalam menjamin akses layanan kesehatan warganya.
Namun di balik kilau piagam dan kata-kata manis seremoni, terselip ironi yang belum sembuh: RSUD Dewi Sartika, rumah sakit milik pemerintah kota yang diresmikan hampir dua tahun lalu, hingga kini belum bisa melayani pasien peserta BPJS Kesehatan.
UHC dipuji, tetapi akses masih tertahan di pintu rumah sakit sendiri.
Baca Juga:Truk Bermuatan Hebel Terguling di Rajapolah Kabupaten Tasikmalaya, Diduga Pecah BanPilkada Langsung Dinilai Boros dan Sarat Korupsi, Diskusi di Kota Tasikmalaya Dorong Pemilihan Kembali ke DPRD
Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan, menyebut penghargaan UHC pratama sebagai perwujudan keseriusan Pemkot Tasikmalaya dalam memastikan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) hadir untuk masyarakat.
“Kota Tasikmalaya mendapatkan penghargaan UHC tingkat pratama. Ini perwujudan komitmen Tasik Gemas, karena akses JKN itu harus hadir di Kota Tasikmalaya,” ujar Viman, Rabu (28/1/2026) lalu.
Ia memaparkan bahwa capaian tersebut didasarkan pada indikator kepesertaan dan jangkauan layanan.
Saat ini, sekitar 80 persen peserta JKN di Kota Tasikmalaya tercatat aktif, dengan cakupan akses mencapai 97 persen.
“Dan alhamdulillah kita mendapatkan penghargaan pratama. Di Jawa Barat ada sekitar 300 daerah yang meraih kategori ini,” katanya.
Tak berhenti pada piagam, Viman juga menyampaikan rencana mempertahankan status UHC melalui skema pembiayaan kreatif.
“Ke depan, mudah-mudahan dengan creative financing kita bisa terus menghadirkan akses JKN ini. BPJS bisa menjadi penopang berbagai layanan kesehatan di masyarakat,” tuturnya.
Baca Juga:Ketua DPRD yang Terlalu Aman!IKA PMII Sebut Memimpin Kota Tasikmalaya Bukan Lari dari Dialog!
Namun, ketika ditanya soal fakta bahwa RSUD Dewi Sartika belum menerima pasien BPJS, Viman mengakui hal itu masih menjadi pekerjaan rumah yang belum selesai.
“Ya, itu jadi hal utama juga. Kita berusaha supaya pelayanan BPJS ini hadir di Dewi Sartika,” ujarnya.
Ia menjelaskan, rumah sakit tersebut masih harus memenuhi sejumlah persyaratan administratif dan teknis dari BPJS Kesehatan.
“Beberapa waktu kemarin sudah dites juga untuk BPJS, tapi masih ada yang harus kita penuhi,” katanya.
Salah satu kendala krusial adalah kelengkapan sarana dan prasarana medis.
