Kesigapan Kapolres Andi Membaca Arah Kota Tasikmalaya!

Polres tasikmalaya kota
Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP Andi Purwanto
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Sebulan adalah waktu yang pendek bagi seorang Kapolres. Terlalu singkat untuk membuat penilaian lengkap. Tapi cukup untuk membaca pilihan sikap.

AKBP Andi Purwanto S.I.K., M.H.baru sebulan menjabat Kapolres Tasikmalaya Kota. Ujian awalnya datang cepat, guru-guru madrasah dan tenaga honorer turun ke jalan. Isunya bukan sepele. Soal pengabdian panjang yang belum juga berujung kepastian.

Di banyak tempat, situasi seperti ini sering ditangani dengan jarak. Pemimpin menunggu di kantor. Perintah disampaikan lewat HT. Barisan aparat disusun rapi. Demonstrasi dijaga, bukan ditemui.

Baca Juga:Lari dan Perasaan Publik yang Diabaikan di Kota Tasikmalaya (Part 2)MK Menegaskan Pers Bukan Objek Pidana Instan!

Di Tasikmalaya Kota, adegannya berbeda.Kapolresnya turun ke lapangan. Ia naik mobil pikap. Terlihat oleh semua orang. Ia memilih berada di depan, bukan di belakang barisan.

Aksi berjalan. Suara disampaikan. Jalan tetap tenang. Itu bukan kebetulan. Itu pilihan.

Andi tampaknya paham, demonstrasi bukan selalu ancaman keamanan. Kadang ia hanya teriakan yang ingin didengar. Dan untuk mendengar, seorang pemimpin harus mendekat, bukan menjauh.

Ia tidak berdiam diri di balik meja. Tidak pula mengamankan dari kejauhan. Ia ingin berdialog. Berbicara langsung. Mendengar langsung. Seperti pemimpin lapangan seharusnya.

Pilihan ini terasa kontras dengan gaya kepemimpinan yang belakangan sering kita lihat, ketika ada persoalan, yang terjadi justru lari. Lari dari mikrofon. Lari dari massa. Lari dari dialog. Kota dibiarkan gaduh, sementara pemimpinnya menghilang dari pandangan.

Andi memilih sebaliknya. Ia tahu, ketenangan tidak selalu lahir dari pagar betis dan tameng. Kadang ketenangan justru muncul ketika seorang Kapolres mau menunjukkan wajahnya. Menyebut namanya. Dan berdiri sejajar dengan warganya.

Sebulan menjabat, tentu belum apa-apa. Tapi satu adegan sudah cukup memberi isyarat.

Baca Juga:Panggilan untuk Jiwa Petarung di Kota Tasikmalaya! Boxing Van Java Segera Digelar di DadahaKetika Mas Wapres dan Mas Wali ke Pasar "Becek" Kota Tasikmalaya

Tasikmalaya Kota, setidaknya untuk urusan ini, tidak dipimpin oleh Kapolres yang suka berlari. Ia memilih berhenti. Turun. Lalu berdialog.

Andi bukan polisi yang tumbuh instan. Ia lahir dari lorong panjang penyidikan dan operasi. Kariernya ditempa di wilayah paling senyap, paling rumit, dan paling sepi tepuk tangan: Bareskrim Polri.

Ia pernah menjadi: Kanit 5 Subdit V Dittipidter Bareskrim Polri, Pamen Dittipidter Bareskrim Polri, Pamen Bareskrim Polri

0 Komentar